Selasa, 19 April 2016

Cerita Sex ABG | Cerita Panas Dewasa - Kado Ulang Tahun Itu Adalah tubuh Kakak

Cerita Sex Terbaru - Sebelum aku memulai kisah ini, aku akan menyamarkan semua nama termasuk namaku sendiri karena aku tidak mau nantinya aku menerima malapetaka dikemudian hari. So, cerita kumulai sekarang ya? Hari itu sabtu, pas dalam minggu dihari kelahiranku yang ke-17, jadi orang tuaku sengaja mengadakan pesta Ulang Tahun untukku, anak lelaki satu-satunya. Maklum saja aku anaknya pemalas banget soal pesta-pestaan, alias kutu buku banget dan smart di sekolah, berbeda dengan kakak perempuanku yang satu-satunya juga, badung dan ogah-ogahan kalau disuruh belajar (padahal pintar juga sekolahnya loh, sampai lulus SMU dia tidak pernah lolos dari urutan 10 besar dalam ranking sekolahnya).

Cerita Sex ABG | Cerita Panas Dewasa - Kado Ulang Tahun Itu Adalah tubuh Kakak

Cerita Sex Terbaru

Dasar kakak cewekkku ini badung, dia tidak ada selama sore hari saat berlangsungnya pesta, kemana ya, aku juga jadinya agak sedih sedikit. Bukan mengharapkan kado darinya, tapi dengan kehadirannya saja aku tentu akan sangat senang sekali, karena minimal aku bisa memperlihatkan pada teman-teman cewekku di sekolah (yang kuundang ke pestaku) bahwa dikeluargaku juga ada cewek kecenya yang tidak kalah kece dari semua teman paling kece di sekolahku). Pas acara sudah mau berakhir, yaitu acara disco bebas, aku lagi bengong-bengong melihat teman-temanku ajojing, nah kakak cewekku satu-satunya pulang juga.

Wah happy banget aku, maklum saja kami memang cuma 2 bersaudara, tidak punya saudara kandung lain. Dia sih sudah kuliah tahun ke-2, sedangkan aku masih SMU kelas 2. “Jon.. selamat Ulang Tahun yah.. sorry aku kagak bawa kado..” kata Fifi sambil mengajukan tangannya untuk bersalaman setelah melihat tumpukan kado di atas meja. Wah dia pulang saat temanku belum bubar saja aku sudah happy banget, boro-boro mikirin kado deh, habis salaman kupeluk kakakku dengan kegirangan (kami memang akrab sekali sebenarnya, jadi biasa saja pelukan). Kakakku tidak lupa memberikan sesuatu yang membuatku kaget juga, yaitu ciuman di pipi kiri-kanan di depan teman-temanku. Gile bener.. akrab sih akrab sama kakak, tapi untuk ciuman baru kali ini kuterima sejak beranjak dewasa. Di belakang sih terdengar suara tepuk tangan dari teman-temanku.

Mungkin bagi yang belum kenal dipikirnya pacarku datang kali, tapi bagi yang sudah tahu yah entah apa pikirannya deh. Habis biarpun kakakku tingginya 170 cm, tetap saja kalah tinggi denganku yang 175 cm saat itu. Kadang-kadang, aku memang suka membayangkan bentuk tubuh Fifi. Soalnya memang dia kece sih. Terlebih sejak aku mengalami mimpi basah pertama kali waktu SMP 1 dulu. Lah yang kuimpikan saja kakakku kok, si Fifi ini. Wajahnya seperti artis Hongkong deh, putih cantik dan benar-benar kece berat pokoknya. Paling hebat saat aku melihat dia cuma berbikini saat berenang, selebihnya wah cuma dalam mimpi. Sedangkan untuk pacaran. Wah aku belum berani, soalnya cita-citaku ranking satu terus, dan idolaku yah si Fifi yang sudah muncul sejak mimpi basah pertama kali dulu.

Heran yah? Waktu mau bubaran pestanya, temanku yang jadi DJ iseng banget, dia muterin lagu buat slow dance, dan aku disuruh mengajak cewek pilihanku (biasanya sih kalau saat-saat begini, yang ultah ngajak orang yang di taksirnya untuk berdansa) turun dan memperkenalkan pada seluruh tamu, wah brengsek. Memang gosipnya ada beberapa cewek yang naksir padaku di sekolah, tapi aku cuek bebek, kurang begitu peduli sama mereka semua, padahal mereka-mereka itu kece dan cantik-cantik juga loh, dan rebutan cowok-cowok di sekolahku. Bukan apa-apa, kalau aku naksir yang satu kan yang lain bakalan hilang, mundur teratur, nah mendingan aku tidak memilih satu orangpun? jadinya bisa nempel sama semua cewek kece. Nah teman brengsek ini menyuruhku untuk mengajak satu cewek untuk slow dance, seolah mengumumkan siapa cewek pilihanku.

Yah sulit dong.. Gile juga.. Tapi akalku jalan cepat sekali, si Fifi kudatangi walaupun lagi mojok di dekat orang tuaku (tapi tidak ngobrol, jadi bagi yang belum kenal Fifi, tetap saja menganggap Fifi cuma temanku). Fifi agak terkejut sedikit waktu tahu dan sadar dia yang kuajak slow dance, tapi belum berkomentar apa-apa. Begitu kami masuk ke tengah-tengah arena slow dance, di tengah kerumunan pasangan lain baru Fifi berbisik, “Jon… kok ngajak aku slow dance-nya sih?” “Iya Fi.. aku belum punya cewek sih..” “Kan banyak teman elu yang kece-kece tuh..” masih sambil berbisik. “Yang kece sih banyak Fi.. tapi yang sekece kamu mana ada..” rayuku pada kakak sendiri. “Gelo loh.. cewek kece banyak begitu disia-siakan..” “Beneran Fi.. nggak ada yang cantik dan dewasa seperti kamu, semuanya ABG doang..” Fifi tidak menjawab lagi, tapi menaruh kepalanya pada pundakku. Harum rambutnya yang tadi sore keramas bercampur dengan sedikit keringat kepalanya di hidungku begitu merangsangnya. Begitu kugeser kepalaku sedikit mendekati telinganya lagi, kali ini makin jelas aku mencium parfum si Fifi yang dipakai pada belakang telinga.

Kakakku ini seru loh, suka memakai parfum lelaki! Dan aku mengikuti dia dalam merk parfum. Cuma berhubung bau badan kami beda dikit yah tetap saja aku terangsang mencium bau campuran parfum dan bau badan Fifi. Batang kemaluanku ngaceng berat waktu itu. Begitu Fifi sadar, aku membaui sekitar belakang telinganya, dia memelukku lebih erat lagi. Alamak.. Cukup terasa juga payudaranya menekan dadaku. Wow.. empuk-empuk nikmat (memang nikmat?!) Pokoknya menimbulkan sensasi tersendiri. Mungkin yang merasakan nikmat si cewek kali kalau bersentuhan dada begitu. Aku sebagai lelaki sih rasanya enak-enak saja. Sepanjang lagu yang satu itu, tanganku yang tidak memegang tangan Fifi kusuruh menjelajahi punggungnya. Dari dekat lehernya sampai ke pinggangnya.

Berhubung Fifi memakai gaun malam mini, yah dia tidak perlu pakai rok-rok segala dong, kan jadi satu sama atasan, eh baju terusan itu. Mini tuh maksudku masih setinggi pertengahan paha. Nah saat aku mengusap-usap pinggang Fifi, aku tidak begitu merasakan adanya garis celana dalamnya. Timbul niat isengku pada kakak sendiri, sekalian mau tahu juga. “Fi.. kamu nggak pakai celana dalam yah?” kataku sambil berbisik di telinganya. “Eh.. enak saja.. aku pakai tahu.. nakal loh Jon nanyanya!” jawab Fifi sambil berbisik. “Kok nggak berasa dipegang Fi.. batas celana dalamnya..” bisikku lagi penasaran. “Coba elu rabanya turun lagi dikit..” balas Fifi sambil berbisik juga. Lalu kuraba mengikuti petunjuknya, kali ini buah pantatnya terpaksa harus kuraba-raba. Dan merabanya makin turun saja. Benar juga, akhirnya ketemu dan kutelusuri garis batas celana dalamnya. Dilihatin orang nih dansanya.

Cerita Sex Terbaru
Nekat kali aku meraba makin ke bawah. Ha! Gile apa.. ini kakak sendiri friends. Rabaanku berjalan ke samping saja, menelusuri pelan-pelan garis celana dalam Fifi yang memang sepertinya cuma segaris itu. Oh.. aku tahu sekarang, celana dalamnya model tali saja dan dipakainya berbentuk V. “Fi.. celana dalam elu modelnya aneh banget sih.. makanya kukirain tadi kagak pake celana,” kataku masih berbisik. “Makanya elu cari pacar dan pacaran.. nanti jadinya tahu..” balas Fifi masih bisik-bisik saja. “Kalo pacarku seperti kamu sih boleh saja Fi..” balasku mesra. Wah pembaca, jangan heran kami bisa ngomong bebas begini kan karena memang akrab. Dalam kepalaku timbul juga perasaan cemburu sedikit saat itu. Wah.. sialan siapa saja nih yang sudah pegang-pegang si Fifi sampai dia perlu pakai celana dalam sexy seperti itu. Sialan… mau kuhajar saja rasanya.

Belum tahu kali tuh cowok, adiknya Fifi jagoan taekwondo, karate sekaligus Merpati Putih. Eh lagi enak-enak memeluk Fifi sambil goyang-goyang lagunya habis.. sialan, temanku mengganti jadi disco lagi. Yah sudah bubaran deh slow dance-ku dan Fifi. Aku masih melihat-lihat teman yang lain, si Fifi menghilang entah kemana. Karena acara terakhir pesta rumahan adalah disco, yah tidak lama setelah itu bubar deh pestanya, masak anak SMU pesta di rumahan sampai lewat jam 12 malam sih? nggak sopan dong (anak ranking 1 nih yang bilang, aku!). Persis jam 12 lewat 5 menit, teman terakhir sudah tidak kelihatan mobilnya. Aku yang capek banget rasanya mau tidur saja deh, sambil mikirin Fifi. Kemana yah dia? Urusan kado besok saja lah. Tidak mungkin ada yang ngambil ini. Aku naik ke atas dan langsung masuk ke kamarku. Melepaskan pakaian dulu lalu masuk kamar mandi pribadi dan bersih-bersih. Masih bugil aku balik ke ruangan ranjang. Ah biasanya tidur pakai CD, kali ini mau nyobain bugil ah, sudah gede ini, kan 17 tahun. Yah badanku yang gede dan anuku juga cukup gede kok. Panjangnya sih cuma 15 cm saja. Karena AC kamarku cukup dingin, aku biasa tidur memakai selimut (Tidak lucu sebenarnya, kalau memahami kesehatan, saat tidur itu bagusnya tubuh kita tidak dalam keadaan ‘terikat’ dan udara yang kita hirup sebaiknya memang sekitar 18-24 derajat celsius.

Jangan lebih panas dan jangan lebih dingin. Itu baru tidur sehat. Eh ini kata dokter Joni loh hehehe coba saja iseng tanya dokter beneran.) Kan bule-bule dalam film banyak yang tidur bugil toh? Masih berbaring, pikiranku melamun pada peristiwa slow dance bersama Fifi, kakak tercintaku. Saat dance tadi aku sih lupa apakah ngaceng atau nggak, tapi saat mikirin aku inget. Ngaceng kenceng! Gile kupegang si Junior, malah makin bikin tenda di selimutku jadinya. Yah kuusap-usap sayang deh juniorku. Tentu saja sambil membayangkan bagaimana bentuk tubuh si Fifi yang polos dalam keadaan bugil sepertiku, apalagi sambil menari bareng. Wow.. asyik loh. Aku berhayal.. Tubuh si Fifi mulus tanpa cacat (sepertinya memang belum pernah luka sih, paling bekas suntikan cacar di pahanya) payudaranya yang lumayan mantap kalau dipegang, dengan puting cukup besar sehingga enak dikulum.

Lalu perutnya yang datar dan rata karena hobbynya aerobic dan fitness, dan pantatnya yang aduhai montoknya, tadi saja saat kupegang waktu slow dance mantap banget rasanya. Eh lagi enak-enak berhayal begitu, tiba-tiba pintu kamarku diketok. Tok.. tok.. tok.. cuma tiga kali dan tidak kencang. Karena kebiasaan menjaga privacy di keluarga kami, sebelum masuk harus ketok pintu dulu, aku sih tidak pernah mengunci pintu. “Siapa?” tanyaku. “Aku Jon..” jawab suara yang tidak asing lagi, sepertinya berbisik tuh. Wharakadah! gadis yang sedang kuimpi-impikan muncul mendatangiku friends! Aku terdiam bingung. “Jon.. elu belum pulas kan?” tanya Fifi dari balik pintu. Lalu diam menunggu jawabanku. Wah gimana nih.. aku sedang bugil dalam selimut begini. Ah biarin deh. “Boleh masuk Jon?” tanya Fifi lagi, padahal aku baru mau menyuruhnya masuk, tapi belum sempat. “Iya, masuk saja Fi..” kataku cukup keras supaya jelas terdengar olehnya, kalau pelan-pelan entar dia tidak jadi masuk lagi, kan bikin sedih jadinya. Si Fifipun masuk juga, setelah menutup pintu kamar, dia berbalik dan, “Jon lampunya dinyalain yah?” tanya Fifi.

Maklum sebelum naik ranjang, lampu terangnya kumatikan, cuma sisa lampu kecil saja, jadi remang-remang. Wah benar juga idenya, jadi aku bisa melihat jelas tubuh Fifi, sepertinya cuma memakai baju tidur waktu bayangannya terlihat saat memasuki kamarku. “Iya deh..” jawabku, lalu sadar, wah.. entar senjataku yang ngaceng kelihatan dong! “Eh…” belum sempat aku ngomong lagi, si Fifi sudah menyalakan lampu. “Blar..” terang deh. Aku memperhatikan Fifi. Dia memakai baju tidur favoritku, karena model baby doll, terusan cuma melewati pantatnya dikit, warna kuning muda dan agak transparan. Biasanya kalau dia berdiri membelakangi lampu sih kelihatan bentuk tubuhnya, dan pakaian dalamnya. Kali ini belum kelihatan, kan lampunya di tengah ruangan, sedang dia masih dekat pintu. “Ada apa Fi?” tanyaku bingung juga dan heran, ada apa malam-malam waktunya tidur begini dia datang yah? Kalau masih sore sih aku tidak heran, paling dia mau nanya soal komputer atau soal mobilnya .

Cerita skandal Sex
“Eh sebelumnya sorry loh Jon..” “Kenapa?” langsung kupotong saja. “Aku kan belum ngasih kado buat elo.. kagak kepikir mau ngasih apa sih.” lanjut si Fifi mencoba senyum menghiburku kali. Wah bener juga. Aku memang tidak sempat memikirkan Fifi ngasih kado atau tidak, dia mau slow dance denganku saja rasanya aku happy banget. Lalu sekarang mau apa lagi nih? “Ah nggak apa-apa Fi.. nggak masalah soal kadonya.. aku punya kakak sebaik elu saja sudah merupakan kado yang indah setiap hari..” kataku. Lalu si Fifi berjalan menghampiri ranjang sambil melihat mataku terus. Wah untung tidak melihat ke arah juniorku. Masih ngaceng man! banyangkan sendiri deh cewek kece, seksi sedang berada di dekat kamu, di ranjang yang sedang bugil. Dan sambil tersenyum manis sekali pada kamu. Sewaktu dia makin mendekatiku, aku menggeser ke tengah ranjang, jadi dia bisa duduk di tepi ranjang kalau memang mau ngobrol agak lama. Nah saat makin dekat itulah lampu kamar dibelakangi olehnya. Wow.. bayangan mulus tubuhnya yang sempurna sekali (nggak kayak gitar kok, tapi melengkung dan meliuk indah) makin jelas saja terlihat.

Benar saja dia duduk dekat pinggangku, persis sebelah pinggang dan juniorku yang ngaceng berat. Selimutku yang bergeser membuat si junior mengangguk-angguk kegelian karena gesekan itu. Tangan kiriku yang masih dalam selimut terpaksa harus memegangi si Junior nih. Fifi berlagak tidak melihat dan tetap senyum manis sekali. “Jon.. aku mau ngasih kado spesial buat elu, tapi.. elu nggak boleh cerita sama siapapun juga, setuju?” Langsung saja aku mengangguk, walaupun bingung menduga-duga kado spesial apaan, apakah Blow Job? Belum tentu, terusin saja baca ceritanya. “Janji yah Jon..” “Saya berjanji, Fifi kakakku tersayang..” kataku menegaskan dari sekedar mengangguk. “Jon, Fifi mau tahu.. kamu beneran belum pernah pacaran? maksudnya nge-date berduaan ama cewek?” tanya dia. “Bener Fi.. kan tiap malam minggu, kalau kagak ada pesta ultah, yah aku di rumah saja kok surfing di internet, kamu sih kelayapan melulu malah ninggalin aku sendirian kalau malam minggu” kataku, dia senyumnya makin lebar. “Jadi belum pernah pegang-pegang tubuh cewek dong?” tanyanya lagi, memancing dikit. “Yah pegang sih belum cuma kalo melihat sering?” “Oh yah? dimana?” tanya Fifi kaget sedikit.

“Di internet..” jawabku cepat, memang betul sih. Dia tersenyum lagi.. heran kayaknya makin lama melihat Fifi tersenyum makin manis saja tuh senyumnya, wah aku rasanya makin senang dan happy sekali melihat bibirnya yang tersenyum. “Jadi yang real dan asli belum pernah dong?” kata Fifi masih dengan tersenyum. Bagiku ini bukan ledekan, tapi ucapan tulus kakak pada adik yang memang akrab. Aku mengangguk. “Fifi mau kasih hadiah khusus, tapi kamu harus janji tidak boleh ngapa-ngapain kalo kagak disuruh. Mau nggak?” tanya Fifi, kakak tersayangku ini. Aku mengangguk. “Eh janji dulu..” “Iya deh Joni janji Fifi sayang..” kataku memuaskan keinginan Fifi. “Siap menerima hadiah?” tanyanya lagi sambil menegakkan badannya yang tadinya duduk santai. Aku mengangguk lalu berkata, “Siap boss..” kado ulang tahun Fifi kemudian menaiki ranjang, sambil tangannya mendorong perlahan tubuhku untuk bergeser sedikit. Ranjangku sih ukuran 160 lebarnya, jadi muat saja kalau mau tidur berduaan. Lalu Fifi berlutut tegak di sampingku, memandang mataku lekat-lekat masih dengan senyum manisnya. Kemudian secara perlahan-lahan dia mengambil ujung bawah baju tidurnya.

Ops.. Fifi terlupa sesuatu.. buru-buru dia turun ranjang dulu, menuju ke lemariku yang ada componya, dia pilih buru-buru salah satu CD lalu diputarnya. Nah muncul lagu romantis, dipasangnya cukup keras tapi tidak mengganggu keluar ruangan. Mungkin sekedar supaya pembicaraan kami tidak terdengar saja kali. Lalu dia berjalan ke pintu dan mengunci pintu. Aku merasa sedikit heran, mau ngapain nih. Si Fifi balik lagi ke sampingku, berlutut di atas ranjang sambil melenggok menari mengikuti irama lagu. Tangannya balik lagi memegang ujung bawah baju tidurnya dan mulai memilin sedikit-sedikit, lalu menarik perlahan ke atas. Wah ini sih striptease. Kutungguin saja deh. Begitu bawah bajunya mulai naik setinggi bawah selangkangannya, aku makin deg-degan! Cepat sekali naik lagi perasaanku. Lalu muncul celana dalamnya yang transparan dan seperti tadi waktu dansa berbentuk V dan sebagian besar tali. Warnanya sih hitam, ada merahnya sedikit persis ditengah dekat bawah pusarnya, eh tuh merah bunga kecil, cuma satu. Gila friends.. bulu kemaluannya terlihat. Belahan kewanitaannya sih terbayang dalam bungkusan CD halus itu yang mengikuti bentuk bibir kemaluannya. Wow.. sialan aku janji tidak boleh ngapa-ngapain. Wah pingin sekali untuk menjamahnya. Tangan kiriku terpaksa memegangi juniorku deh.

Makin keras saja ngacengnya nih. Makin tinggi Fifi menarik bajunya, semakin jelas tubuh putihnya terlihat. Begitu bagian bawah payudaranya muncul. Wow.. aku sampai menelan ludah. deg-degan makin keras. Ops.. sial ada BH-nya! Eit tunggu dulu, BH-nya seru banget.. juga hitam transparan dan puting susunya yang kuduga besar, benar saja muncul dan terlihat jelas, kali ini aku tidak perlu menebak-nebak lagi, ternyata warnanya merah sedang, nggak pink sih, lebih tua sedikit tapi tidak coklat gelap. Saat bajunya melewati kepalanya, aku ingin sekali memegang payudaranya. Tapi ingat janji.. wah brengsek.. padahal si Fifi kan tidak melihat. Dan saat bajunya sudah lolos melewati kepala, Fifi langsung membuangnya ke atas karpet kamarku. Tangannya kembali turun lagi yang membuat payudaranya terlihat dan berbentuk semakin menonjol saja. Gile bener.. sss.. alamak nggak tahan nih.. Kemudian Fifi menggeser posisi berlututnya kali ini dia mengangkangiku. Wow.. sepertinya aku semakin tidak tahan deh.

Mana tangan kiriku sudah tidak lagi memegang si Junior lagi dan dengan posisi baru ini otomatis Fifi menindih perutku. Dia masih bergerak meliuk dan menari. Mungkin tidak nyaman menari di atas selimut, dia menggeser dulu lalu mendadak menyingkapkan selimut untuk membuangnya. “Eit.. sorry Jon.. aku nggak tahu elu kalo tidur juga bugil!” kontan kedua tanganku menutupi juniorku. Tapi mana bisa.. lah lagi siaga satu gitu kok. Lagi pula dia ngomong dengan kalimat ..juga bugil! Wah dia kalau tidur bugil dong?! kenapa tidak dari dulu aku masuk kamarnya kalau dia sedang tidur. Karena aku diam saja tidak berkata apa-apa, Fifi balik lagi berlutut di atas perutku menghadap wajahku dengan sebelumnya mengambil tanganku untuk melepaskan pegangan yang menutupi si Junior. Terpaksa tanganku posisinya seperti orang menyerah kalau berdiri, kutaruh di samping kepala. Sepertinya Fifi sedang bergerak menari sambil membuka BH-nya deh.. tapi susah atau sengaja susah membukanya? “Fi.. boleh aku bantuin membuka BH kamu?” “Memang kupikir tadinya mau nyuruh elu yang bukain.. tapi gue kagok..” lalu sambil berkata begitu dia rebahan dikit, tangannya menopang tubuhnya di samping kepalaku, dengus nafasnya dekat sekali menyapu wajahku.

Karena posisi berlututnya di perutku, yah mulut dan hidungku cuma kebagian lehernya saja. Wah wangi juga lehernya.. tanganku mulai memeluknya dan mencari kaitan BH-nya di punggungnya. Biarpun sudah ketemu sengaja aku lama-lamain. Enak gila.. memeluk tubuh hangat cewek kece seperti ini. “Ayo Jon.. jangan nakal, hadiahnya masih banyak..” kata Fifi lalu menggeser tubuhnya yang berada di atasku sehingga menurun sedikit dan wajahnya berhadapan dengan wajahku. Alamak.. dengus nafasnya yang menyentuh wajahku membuatku konak lagi dan semakin bernafsu. Tidak tahu siapa yang memulainya, tahu-tahu bibir kami nempel dan lidah Fifi menyapu bibirku. Sepertinya sih Fifi juga nafsu sekali mau menciumku kali, habis wajahku tetap lurus, tapi wajahnya miring-miring kok. Nah kan dia yang berusaha lebih keras buat menciumku toh? “Blp.. buka mulutnya Jon.. aku ajarin ciuman..” kata Fifi. Lalu kuikuti membuka mulut, membiarkan lidah Fifi masuk ke dalam mulutku. Dia menyapu gigi depanku, lalu lidahku didorong-dorong dan dibolak-balik segala, dan malah lidahku dikitik-kitik dengan lidahnya juga. Wah seru juga loh, tukar-tukaran ludah. Aku lupa bahwa tanganku sudah melepas BH-nya apa belum yang jelas tanganku mengusap punggungnya dengan bebas tanpa ganjalan BH segala. Kuusap-usap terus punggungnya yang mulus dan hangat. Dada kami sih masih terpisah oleh BH-nya. Cerita 17 Tahun

Ops.. baru aku bilang masih terpisah, Fifi menarik BH-nya untuk disingkirkan. Sambil ciuman begitu, otakku mikirin bagian bawah kami. Wah senjataku tergesek-gesek sama celana dalam mini si Fifi nih, sakit dikit sih, lecet nggak yah? “Fi.. boleh aku lepasin celana dalam elu nggak? kontol gue sakit kegesek-gesek.” kataku melepaskan ciuman sekejab. Akibatnya malah lepas terus-terusan tuh. “Eit.. jangan nakal dulu. Sudah bisa ciuman yang kuajarin?” “Iya boss..” jawabku. “Elu diam saja yah..” kata Fifi. Lalu dia bergerak semakin turun. Kali ini sampai dia duduk di kakiku. Dia persisnya menduduki bagian ujung kakiku, nggak diduduki habis sih, dia bersimpuh sedikit, sambil bergerak perlahan-lahan wajahnya ikutan turun sambil mencium badanku juga. Geli sekali loh, apalagi waktu dia mencium putingku. Wow.. sampai kupegang kepalanya gara-gara geli. Untung dia tidak marah. Waktu hidungnya kena bulu kemaluanku, makin geli dan si Junior mulai kena dengusannya dan dikecup kepalanya, sepertinya sih kena mata tunggal di kepala si Junior tuh.. geli banget sih. Gila friends.. kali ini kuduga bakal dapat pengalaman dikaraokein deh, aku mau menikmati rasanya di karaokein kakak tersayang ini. Dimulai dengan jepitan erat bibirnya pada kepala kemaluanku, rasanya sukar dilukiskan, yah geli-geli enak deh. Apalagi waktu bibir itu masih dalam jepitan erat bergerak turun menyentuh lingkaran helm senjataku. Wah rasanya mau ngecret saat itu.

Gile bener.. untung juniorku tahan juga. cerita seks Apalagi sensasi yang timbul saat bibir Fifi makin turun menjalari batang juniorku yang keras dan penuh urat-urat. Waduh, gesekannya sukar dilukiskan (namanya juga pertama kali) apalagi saat itu juga helm di kepala kemaluanku dijilati oleh lidah hangat Fifi. Wow.. mana tahan, beneran mau ngecret rasanya. Dan saat jepitan erat bibir Fifi, kakak tersayangku ini semakin turun kearah bulu-bulu kemaluanku yang mulai memenuhi pangkal senjataku, ujung kepala helm si junior juga menyentuh daging halus dan lembut langit-langit tenggorokan Fifi. Weleh.. weleh.. gila man.. nikmat sekali! dan, “Cret.. cret.. cret.. cret.. cret..” beberapa kali aku ngecret. Kulirik ke sana, si Fifi melirikku juga, gile pandangannya itu.. wow.. sexy sekali.. (sering aku membanyangkan dan terbayang-bayang terus wajah Fifi saat dia sedang mengkaraoke barangku) Gile deh, masih muda gini si Fifi sudah jago mengisap senjataku. Dia suka lagi.. tidak setetespun cairan maniku yang meleleh dari mulutnya.

Wah di Bohongin film tuh, paling yang sampai meleleh gitu yah karena si ceweknya tidak mau menelan protein yang kita keluarkan, atau mungkin di film tuh sperma meleleh karena memang asyik melihat dan menonton cairan yang meleleh. “Fiii… aduh.. enak sekaliii…” kataku merintih perlahan. Kencang-kencang takut orang tuaku mendengar lagi. Gile loh.. ini taboo, pamali.. incest. “Jon.. hadiahnya belum selesai.. ini baru foreplay-nya buat elu…” Hah..! Gile bener.. apalagi nih? “Elu basahin memekku dengan ciuman yang tadi aku ajarin yah? sementara aku bikin burung elu tegang lagi.” kata Fifi lalu berdiri dan membuka CD-nya secepat kilat. Kemudian dia menungging mengambil posisi 69 persis seperti gambar-gambar di internet yang kulihat kalau ada pasangan yang saling mengisap. Begitu Fifi dalam posisi mengangkang dengan pahanya terbuka lebar, harum liang kewanitaannya langsung tercium olehku.

Gile bener.. nikmat sekali.. enak loh mencium bau khas liang kewanitaan cewek, wah pantesan banyak gambar orang lagi ismek dan jimek yah? Mula-mula kujilati dulu belahan liang kewanitaan si Fifi yang terlihat sudah mulai basah, lalu setelah beberapa kali dijilat dengan ujung lidah sampai badan lidahku juga, gelambir bibir luar si Fifi yang warnanya kemerahan dikit itu mulai membuka dan melebar. Nah habis itu jangan lupa pasti sasaran kita bibir dalam mungil yang warnanya pink. Sebelumnya pastikan lagi deh, jilati terus dari batas liang kewanitaan luar paling bawah dekat perbatasan anus sampai arah klitorisnya, tentu dengan jilatan panjang tanpa terputus, dijamin kegelian tuh cewek yang kita jilati. Nah begitu diulang beberapa kali.. asyik.. terasa kan sari buah segar dari tubuh cewek seperti yang kulakukan pada Fifiku ini, kalau terasa juice-nya mulai berkurang kan kurang asyik, ganti lagi dengan mengulum seluruh bibir luarnya yang melambai-lambai, yah mengulum dan menghisap lah, terus sambil sedikit jilat dan sedot terus, sehingga sisa juice dari tubuhnya dan sedikit sisa pada lidah kita tetap saja bisa kita nikmati terus. Biasanya cewek kegelian dan memproduksi lagi juice alami ini dari dalam tubuhnya.

Wow.. asyik pasti deh kalau normal sama-sama menikmati kita dapat bonus lagi banyak juice. “Aaahh.. enak Jon.. terus.. terus..” kata Fifi. “Iya Fi.. blp.. aku juga keenakan.. slup.. slup.. dikaraokein elu itu.. slup..” jawabku. “Blp.. blp.. ehm.. blp.. blp..” tidak jelas deh apa jawaban Fifi, yang jelas aku ingin sekali hadiahnya berlanjut terus sekalian juga aku membalas kenikmatan pada si Fifi dong, biar adil. Saling jilat dan isep yang kami lakukan kuulangi lagi. Kali ini kutambah dengan jurus baru, gara-gara melihat gambar di internet (wah lihat gambar porno berguna juga kadang-kadang yah?). Aku mencoba memasukkan lidah ke dalam liang senggama si Fifi yang mungil tempat keluarnya juice nikmat tadi. Lubang itu sih terlihat nafsuin banget. Jelas terlihat empot-empotan membuka menutup dengan gerakan-gerakan merangsang nafsuku. Karena batang kejantananku letaknya jauh, yang paling praktis yah lidah dong. Kudorong-dorong saja lidahku memasuki lubang di liang kewanitaan kakak sexy-ku ini, sambil sesekali jurus-jurus gerakannya kugabung dengan menjilat celah liang kewanitaan dan mengulum semua bibir bawah si Fifi. Cerita Panas Dewasa

Wah nikmat sekali, untung si Fifi sudah memberi kursus kilat cara ciuman dan kulum-kuluman. Sukar dilukiskan kenikmatan yang kudapatkan deh, bayangkan saja, kakakku yang sexy sedang mengkaraoke senjataku, sambil liang kewanitaannya kujilati. “Jon.. kayaknya elu sudah siap menerima hadiah lanjutannya nih,” kata si Fifi yang buru-buru bangun dan ganti posisi, kali ini dia berjongkok di atas pinggangku. Hehehe.. dia yang tidak tahan tuh. Asyik.. pasti aku akan bersenggama dengan kakak cantikku ini. Yang jelas sih memang batang kejantananku tidak ciut-ciut tuh. Alasan si Fifi saja untuk membuat liang kewanitaannya lebih basah dulu supaya kami bersetubuhnya lebih gampang, daripada alasan membuat juniorku ngaceng lagi Dengan satu tangan memegang juniorku dan satu tangan lagi membuka celah liang kewanitaannya, Fifi menunduk melihat jelas-jelas supaya tidak meleset adegan persetubuhan kami yang pertama ini. Aku juga sampai menaikkan kepala kok walau sudah diganjal bantal tinggi.

Gila kelihatan banget bibir kemaluan Fifi yang membuka dan siap disusupi oleh batang kejantananku yang ngaceng berat. Si Fifi perlahan-lahan menurunkan pinggulnya dan juniorku, helmnya terasa menyentuh belahan hangat basah liang kewanitaan Fifi. Makin si Fifi menurunkan pinggulnya, helm si Junior semakin tidak terlihat dengan perasaanku yang semakin keenakan. Si Fifi yang tidak sabar begitu helm si Junior hilang dari pandangannya langsung menduduki pinggulku, yah sudah amblaslah seluruh batang tubuh si Junior dan batang kejantananku itupun lenyap dari pandangan. “Aow… sakit Fi..” maunya aku sih teriak, habis mendadak gitu kulit batang kejantananku tertarik oleh jepitan erat dinding kewanitaan si Fifi. Terasa sekali gesekan dan tarikan kulit itu loh. “Sstt.. jangan berisik.. aku juga sakit Jon.. kurang pas kali..” kata si Fifi lalu dia mencabut batang kejantananku dengan mengangkat pinggulnya lagi. Waw.. kenikmatan yang dirasakan tidak terlukiskan deh.

Tidak sampai lepas semuanya, kali ini si Fifi menggoyang-goyang dulu pinggulnya sedikit untuk memperlancar pelumas atau arah yang tepat, aku tidak tahu deh. Lalu dia menurunkan lagi perlahan saja dulu. Nah ini baru mantap.. Pas masuknya. Sambil si Fifi goyang kiri kanan dikit dan maju mundur dikit, akhirnya batang kejantananku terbenam mantap di dalam liang kenikmatan kakak tersayangku. Duh.. ujung batang kejantananku menyentuh apaan yah? Jangan-jangan rahimnya kali! “Oohhh.. Joni sayang..” si Fifi kakakku ini diam tidak bergerak lagi punggulnya tetapi bagian atas tubuhnya rebah menindihku. Dadanya yang padat berisi, menindih dadaku, dan wajahnya dekat sekali di depan wajahku. “Fi.. gue boleh mengusap-usap badan elu nggak?” aku bertanya, takut melanggar janji. Dia tersenyum lalu mengangguk saja, dan buru-buru mulutku di cipok. Keras! bibirku sampai terbetot karena menciumnya dengan sedotan segala. Belum kaget aku atas kejadian itu, dia mencium lagi kali ini bibirku dilumatnya dan kamipun bersilat bibir lagi. Aku tersadar akan ujung si junior yang menyentuh sesuatu di dalam sana.

“Fi.. elu bisa hamil nggak nih?” tanyaku dengan nada khawatir. Lah iya.. gila kali menghamili kakak sendiri, bersenggama dengan kakak kandung saja sudah perbuatan gila-gilaan. Apalagi sampai hamil. “Tenang Jon.. baru saja gue selesai mens kok tadi pagi baru bersih..” Hah? aku yang melongo.. pantesan saja dia juga sakit waktu kami baru bersatu tadi walaupun sudah becek sejak kujilati liang kewanitaannya. “Fi.. elu nggak perawan sejak kapan nih?” tanyaku. “Eh.. nakal yah tanya-tanya.. nggak usah di omongin deh.. nikmati saja yah Joni sayang..” kata si Fifi, yah sudah. Tapi kulihat dia jadinya sedih tuh gara-gara aku bertanya soal itu. Kami memang terdiam jadinya. Fifi cuma diam saat menindihku tanpa bergerak dengan memiringkan kepalanya di wajahku. Hidung kami bersentuhan. Aku menikmati sekali saat-saat ini. Saat-saat indah bersatu dengan kakak tersayangku. Dengusan nafas halusnya menyapu wajahku juga dengan keharuman nafas segarnya. (wah jangan-jangan tadi kumur-kumur dengan close-up cair dulu kali nih) Tanganku mengusap-usap punggungnya yang halus tapi sedikit berkeringat karena kupegang dalam keadaan lembab. Mungkin posisinya kurang enak, si Fifi menggerakkan bagian bawah tubuhnya sedikit. Wow.. sensasi dalam lubang tempat kami bersatu itu nikmat sekali. “Fifi kakakku sayang, ngapain lagi nih sekarang..” tanyaku bingung. Cerita Bokep Terbaru

Nah tanpa menjawab dia bangkit dari menindih badanku. Kali ini dia benar-benar menduduki pinggangku. Wow buah dadanya yang mantap memerah karena tertindih tadi terlihat semakin indah saja. Putingnya juga ngaceng banget lagi, mancung. “Nikmati yah Jon, jangan bergerak-gerak pinggulnya..” kata si Fifi. “Ok boss..” Lalu mulailah si Fifi bergerak-gerak. mula-mula sih gerakannya cuma memajumundurkan pinggulnya saja sehingga batang kejantananku yang terbenam dalam-dalam tidak keluar sedikitpun, tapi didalam sana rasanya. Wah.. coba sendiri deh komentarku. Kalau aku bilang enak entar tidak percaya. Pokoknya sukar dilukiskan. Ujung kepala si Junior terutama helm junior tuh yang menikmati banget gesekan-gesekan di dalam rongga persetubuhan kami, sepertinya sih menyentuh-nyentuh sesuatu benda yang agak kenyal? seperti ada dodol bola deh di dalam sana.

Apa iya itu rahim. Kepala si Junior mengelilingi dan menyenggol-nyenggol dodol bola itu. Gile bener.. sensasi yang ditimbulkan luar biasa enaknya, beneran loh aku terasa banget dan yakin, lubang kecil di helm si junior menyentuh dan disentuh sesuatu di dalam sana. “Oohhh Jon..” “Ya.. Fi..” “Oohhh Jon.. Sayang..” “Ya.. Fifi sayang..” “Jon.. aaahh..” “Ya Fifi kakakku tercinta.. eugh..” “Oohhh Jon.. Sayang.. enak sekali.. kamu enak Yang?” “Ya Fifi sayang… wah nikmat sekali aaah.. enak Fi..” “Pegang dan remas-remas tetekku dong Jon..” kata si Fifi dengan manja. “Wah tetek kamu mantap banget Fi.. pas susunya.. kenceng lagi..” pujian jujur dariku keluar deh. “Oohhh Jon… terus Jon.. lebih kuat remasnya..” “Ya Fi.. lebih enak?” “Ooohh Jon.. terus Jon.. putingnya juga..” “Oohhh.. aahhh Joniii..” “Eh Fi.. jangan kenceng-kenceng..” kataku khawatir juga, habis makin lama semakin kenceng saja desahan dan suara Fifi yang keluar dari bibir sexy-nya itu. kado ulang tahun Kali ini Fifi menunduk deh jadinya, mulutnya mencium mulutku lagi, nah suaranya kan cuma nafas doang tuh. Wah ada yang seru lagi.

Kali ini Fifi mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Gila, rasanya gesekan batang kejantananku pada dinding liang kewanitaan Fifi yang menggenggam erat itu loh. Waw.. enak gila.. lebih enak dari Frozz deh. Sensasi yang di timbulkan sampai naik ke kepalaku, buktinya waktu melewati leher dan mulut nafasku semakin menderu-deru. Terbukti dong semakin enak.. asyik loh. Cukup lama juga Fifi melakukan olahraga turun naik di atas pinggangku, pasti dia capek juga, habis biarpun AC kamarku dingin punggungnya keringatan tuh. Tanganku sampai basah telapaknya waktu mengusap-usap terus dari tadi. Tiba-tiba saja Fifi menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan makin keras menghujam kearah batang kejantananku, makin mantap deh tusukan-tusukannya. Lalu lidahku disedot kuat-kuat dan dia roboh lemas setelah tegang-tegang dikit sebelumnya.

Wah…. ini orgasme kali yah? Kok aku kaga ngecret sih kata siapa orgasmenya cewek dan cowok mesti barengan? Aku iseng ah, walau tidak disuruh kugoyang pinggulku menyodok naik dikit. Habis si Fifi diam sih, padahal tadi lagi asyik menggoyangkan pinggulnya. “Oohhh Joni.. sayang.. nakal yah.. tapi enak Jon.. enak sekali.. iya terus Jon.. kamu enak Yang?” “Ya.. Fifiku sayang.. kamu sudah orgasme yah.. wah licin nih Fi jadinya tapi nikmat juga kok aaah.. enak Fi.. enak sekali..” “Iya Jon.. tadi aku mencapai surga tuh.. lidah elu nggak kegigit kan?” tanya si Fifi. Wah dia tidak sadar tadi menyedot kuat-kuat lidahku, dan dugaanku dia mencapai orgasme ternyata benar. Wah untung tidak digigit ya lidahku. Kalau tidak saat dia lupa gitu salah-salah aku jadi si bisu Joni lagi hehehe… habis lidahnya putus. “Jon.. biar elu lebih menikmati hadiahnya, ganti posisi yah?” tawar si Fifi padaku. Asyik.. doggy style boleh aku praktikkan nih. “Gaya nungging yah Fi?” “Elu mau gaya begitu?” “Iya Fi.. kayak di foto dalam internet.” “Hayo deh berhubung ini hadiah..” Kamipun berganti gaya jadi doggy style. Cuma sebentar saja, walaupun seru aku melihat Fifi dari belakangnya, dengan kulit punggung mulus walau berkeringat, pinggangnya yang ramping dan buah pantatnya yang besar jelas pemandangan indah tersendiri. Tapi.. ada yang bikin gaya ini jadi sebentar. Cerita Bokep Indonesia

Setiap kali kusodok maju batang kejantananku semakin ke dalam rongga liang kewanitaan si Fifi, dia seperti tersendak kesakitan. “Kamu nggak enak yah Fi?” tanyaku pelan-pelan takut menyakiti kakak tersayangku. “Nggak pa-pa, terusin saja, yang penting kamu senang..” jawab Fifi, weleh-weleh.. baru dua sodokan lagi reaksinya sama saja, kesakitan. Wah aku tidak mau jadi adik tidak berbudi. Dikasih hadiah sangat nikmat begini masak dengan tega menyakiti kakak tersayang sih? “Fi.. ganti gaya lagi deh.. gaya apalagi yang kamu mau dan kamu anggap akan menyenangkan Joni?” “Oh.. Joni sayang.. aku bener-bener sayang sama elu Jon..” kata Fifi begitu mengakhiri persetubuhan kami dan berbalik menghadap dan memelukku dengan erat. Lagi-lagi aku di cium olehnya, kali ini sebentar saja lalu dia mengambil posisi persis di tengah ranjang dan mengangkang lebar-lebar, dengkulnya ditekuk naik sampai dekat kepalanya. Wah.. ini posisi surga bagiku. Gile bener.. melihatnya saja si Junior terkejut. Bibir luar liang kewanitaan Fifi otomatis merekah (karena indahnya bentuk bibir itu kadang-kadang ada yang mengumpamakan sebagai bunga yang merekah) bibir dalamnya yang berwarna pink dan tidak kalah sexy-nya di mataku ikutan merekah juga, membuka gerbang surganya yang berupa lubang hitam menantang untuk ditutupi oleh batang kejantananku.

Aku dengan masih berlutut bergerak mendekati pintu surga itu, dan dengan posisi sedikit berlutut itulah kutempelkan juniorku di pintu surga yang gelap itu. Kugesek sedikit seperti dalam BF lalu karena memang masih becek-becek dikit yah lancar saja kucelupin si junior dan batang kejantananku itu semuanya. Waw.. gesekan dinding liang kewanitaan kakakku ini masih saja mantap dan kesat, seret juga malah. “Aahhh..” si Fifi malah yang bersuara. “Enak Fi?” “Iya gerakin keluar masuk dong Jon..” Aku menurut deh, kugerakkan pelan-pelan saja. Tips; gerakkan ini sebaiknya divariasikan antara gerakan menusuk dengan seluruh tubuh dan gerakan menusuk menggunakan pinggul saja. Dengan gerakan pinggul saja tusukan batang kejantanan kita semakin dalam loh! dan semakin membuat cewek kita keenakan. Kata salah seorang teman cewekku sih, membawa cewek tembus surga ke-7. Apalagi dengan tusukan perlahan-lahan tapi mantap. Gocekan kiri kanan saat menusuk sebaiknya memang melingkari dodol bola di dalam sana, alias memoles seluruh permukaan bola dodol itu. Waw.. gocekan begini selain kitanya enak juga, kujamin, cewek normal akan segera mencapai orgasme dengan cukup cepat.

Asal jangan lonte saja deh yang sudah kecapekan melayani langganan (dulu-dulu juga hooker high class senang sama aku gara-gara mereka ngakunya mencapai orgasme dengan teknikku ini, maklum si Joni pantang mencapai orgasme dibawah 1/2 jam, biasanya malah lebih 1 jam, yang penting mengatur pernafasan dan pikiran kita). Memang tidak lama berlangsung, si Fifi kakak tersayangku ini buru-buru melebarkan kakinya lagi dan tangannya buru-buru meraih leherku untuk diciumi lagi. Gila ciumannya buas sekali, cepat dan srobotan terus. Pokoknya ciuman buas yah begitulah kali. Tiba-tiba saja aku yang tetap mengatur enak-enak tusukan mantap dalam persetubuhan kami terkaget lagi. Bibirku disedot keras lagi. Kali ini karena aku tahu bahwa si Fifi mungkin mencapai orgasme. Aku siaga, sengaja mulutku makin merapat, menjaga giginya kalau-kalau menggigit. Berhasil.. tidak kena gigit. “Oohhh Jon.. sayang.. enak sekali.. ooohh Jonii.. sss.. kamu enak Yang?” “Ya.. Fifi sayang.. aahhh.. nikmat sekali Fi.. aaah.. enak Fi..” “Gila Jon.. elu belum mau keluar lagi yah?” tanya si Fifi setelah agak reda capeknya. “Adik siapa dulu dong?” wah sempat-sempatnya kami yang sedang bercumbu begitu bercanda juga. Tuh hidungku dipencet si Fifi yang masih dalam posisi mengangkang heboh dan kutusuk, eh pompa deh. “Enak nggak Jon hadiahku?” “Bukan enak lagi Fi.. indah dan bagus sekali.. aku nggak mungkin bisa membalas hadiah seperti ini..” jawabku.

“Ah Joni.. Joni.. adikku sayang.. kalau bukan adikku.. aku mau aja deh pacaran sama elu Jon..” “Loh memangnya sekarang kagak bisa apa?” Akhirnya sambil bercinta dengan hot terus sebelum aku ngecret lagi kami ngobrol-ngobrol sedikit. Aku tidak menyinggung soal keperawanan dan pacarnya sekarang. Dia cuma cerita batang kejantananku adalah yang terpanjang dan terbesar yang pernah dia rasakan, padahal dia baru mencoba 2 batang kejantanan selain punyaku. “Fi.. gara-gara cerita ngesek dan soal batang kejantananku yang super menurut elu, kayaknya aku mau keluar lagi nih..” “Aahhh.. Joni.. Sayang.. jangan takut.. aku sayang banget sama elo Jon.. silakan saja keluarkan di dalam rahimku Jon.. jangan khawatirkan apa-apa..” kata si Fifi sambil mengusap-usap perutku segala sekaligus mengusap-usap wajahku. Ah mana tahan aku melihat wajah manisnya yang cantik dan tersenyum terus melihatku. Kupompa semakin cepat dikit deh dan dalam-dalam setiap tusukannya. “Oohhh.. oh.. ah.. ahhh.. heh.. heh.. eh.. eh..” begitulah suara kami berdua akhirnya gara-gara aku mempercepat irama persetubuhan kami. “Jonn.. aku keluar lagi nih.. aaahh Joniii…” Wah tampang sexy si Fifi saat mencapai Orgasmenya yang ketiga kali ini tidak bisa kutahan lagi deh, apalagi wajahnya yang memerah berusaha tetap tersenyum senang dan tidak memejamkan matanya tapi melihat ke dalam mataku.

Wah.. sudah nyobain belum bersetubuh sampai ceweknya mencapai orgasme tapi tidak merem tuh cewek, nah tampangnya cewek begitu menurutku adalah tercantik darinya. Dan biasanya nikmat melihat wajah cewek saat mencapai orgasme, sepertinya lebih enak dari orgasme itu sendiri bagiku. Makanya hobiku bikin orgasme cewek, bukannya aku orgasme duluan, tidak sedikit kok aku malah tidak orgasme saat bersatu dengan cewek. Sweer.. mula-mula kupikir aku impoten, tetapi ternyata sebagian cewek bilang malah aku terlalu perkasa urusan ranjang dan senggama begitu, Well nggak tahu deh, walaupun hobby bercinta, kupikir tidak perlu setiap bersenggama kita mengeluarkan sperma dong? “Cret.. cret.. cret..” entah berapa kali saat ini aku ngecretnya. Yang jelas cairan hangatku menembak bola dodol dalam medan tempur kami berdua. Wah saat terkejut, begitu kenikmatannya sukar dilukiskan juga loh. Aku sampai roboh kecapaian dalam pelukan si Fifi yang masih ngangkang terus.

“Oohhh Fifi sayang..” “Yah.. Joni adikku sayang..” “Hadiah kamu tak ternilai Fi..” Malam itu kami tidur seranjang. Bohong besar kalau aku cerita senggama sampai pagi. Aku kecapaian kok. Sepertinya waktu baru berbaring sama-sama sebelum tidur, karena kami sama-sama capek untuk matiin lampu, aku melihat hari sudah pukul 3 pagi. Dalam ngobrol-ngobrol sebelum pulas, sepertinya si Fifi cerita, perawannya hilang waktu SMA kelas 2, saat pergi ke luar kota barengan kakak kelas lalu sekarang ini sehabis menikmati dan tahu si Fifi tidak perawan lagi, pacarnya yang di kampus mulai menjauhinya, jadi dia kosong tuh saat ini, belum ketemu cowok yang sreg. Dan sebelum pulas kami juga berandai-andai, siapa tahu saja bisa sama-sama terus setiap malam minggu pergi barengan saja. Soal tidur malam sih, sepertinya pintu penghubung antar kamar kami mesti dicari kuncinya tuh, maklum sudah lama tidak pernah dibuka.

Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di QaQaPoker ! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di QaQaPoker

Cerita Sex ABG | Cerita Panas Dewasa - Pasrah Melihat Pacar Di Setubuhi Bule

Poker Domino Terbaik - Kejadian itu terjadi pada waktu gue sedang ada masalah dgn pacarku, namanya Santi, tinggi badannya 163 cm, berat 58 kg, kulit putih bersih, bra 34C. Namaku panggil saja Hendra. Pacarku itu sangat seksi karena pantat nya bahenol menonjol ke belakang dan pinggangnya sexy jadi kata temanku dia sangat montok. Masalahnya kita sedang bosan satu sama lain, karena hubungan kita udah 3 tahun sementara untuk pikiran menikah masih dibahas nggak kunjung selesai karena ada faktor X diantara kita.

Cerita Sex ABG | Cerita Panas Dewasa - Pasrah Melihat Pacar Di Setubuhi Bule

Cerita Sex Terbaru

Untuk menghilangkan kebosanan pada saat kita berhubungan badan dia sering membayangkan yang melakukan hal ini dgn batang kontol yang besar dan hot, batang kontol ku sendiri panjangnya 14 cm dan diameter 2 cm, katanya kurang? dan karena saat itu gue sedang sibuk kerja di kantor maka kalo sedang berhubungan badan, biasanya bisa 20 menit di luar pemanasan, pemanasan biasanya 20 menit juga mulai dari atas sampai menjilat liang memek , sekarang pemanasan 10 menit dan hubungan badan 3 menit.

Wah, dia protes setiap selesai berhubungan badan, udah pasti saya keluar duluan sementara dia naik saja belum. Sementara saya juga nggak terpikir untuk menyeleweng dan dia juga menjaga perasaan saya dgn nggak menyeleweng, tapi yang terjadi kita sering berantem kecil-kecilan dan dia kalo diajak berhubungan badan sering malas. Ceritanya sendiri kita jalan-jalan malam itu kurang lebih jam 9 malam berkeliling di daerah Jakpus. Sambil jalan kita membicarakan masalah ngentot, dia protes karena kondisiku yang nggak berubah.

Dia bicara begini, “Hendra, gue bosen nih loe kalo hubungan sekarang cepet banget, kan Santi belum puas”, katanya merengek. “Habis gue lagi capai sih..” kataku. “Ah, gitu terus alasannya..” katanya. “Yaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener nggak fit”, kataku. “Tapi gue kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyut-nyutan, gue jadi kepengen banget badanku digerayangin sama cowok lain! gue pengen ngentot yang hot yang lama 2 jam dan batang kontol nya gede”, kata Santi. “Enak kali ya.. sama bule”, katanya menyambung. “Memang loe berani Santi..” kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.

“Yaa, iyalah.. tapi gue kan nggak enak sama loe”, katanya. “Memang loe pengen batang kontol yang gede dan yang hot?” tanyaku. “Yaa.. habis loe kalo hubungan sepertinya udah nggak full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing gue, tahu!” katanya. “Yaa.. udah kalo gitu sini loe tiduran biar ngga pusing.” Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya. Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelan-pelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang. Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata udah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dgn puting berwarna merah jambu.

Cerita Sex Terbaru
Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yang montok itu menantang keluar kedua-duanya karena bajunya udah kupinggirkan ke samping. dgn leluasa tangan dan jari-jariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yang telah mengeras. “Akkhh..” desah Santi keenakan. “Mhh.. enak Santi..” tanyaku. “Iyyaa..” desahnya keenakan. Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeans-nya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka udah dan perlahan jari ini menyentuh bulu-bulu halus di atas bibir memek nya.

Kemudian kuremas perlahan dan kuusap. “Aakhh.. Hendra..” keenakan rupanya dia dan.., “Aduuhh, gue pengen batang kontol yang gede Hendra..” Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan. “Yang lamaa.. yang hot.. akhh..” desah dia keenakan. Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang memek nya, dgn perasaan cemburu gue bertanya kepadanya, “loe mau sama yang gede kayak bule Santi..?” tanyaku. “Mauu..” desahnya sambil badannya bergetar.

Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor. “loe pengen yang hot yaa?” tanyaku lagi. “Akhh.. aahh iyaa..” katanya. “Ya udah loe cari aja..” kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya. Pikir-pikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalo memang berani Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. gue melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir memek Santi, kemudian mobil kupinggirkan. Ehh, bule itu mendekati mobil kita, Santi nggak tahu kalo kaca jendela kubuka.

Dia pikir gue ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dgn putingnya yang mengeras dan bulu-bulu halus yang terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Santi dan melihat ke dalam sambil berbicara, “Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf..” katanya sambil terbelalak matanya. Dia kaget melihat posisi Santi terlihat buah dadanya yang putih mulus keluar dgn puting yang telah mengeras dan bulu halus memek Santi terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara. Santi nggak kalah kaget. “Lhoo?” dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya. “Kok loe nggak bilang kalo ada orang sih..” wajahnya merah karena malu. “udah nggak apa-apa..” kataku tersenyum, lalu gue bilang ke bulenya, “Ma’af, ini pacar saya.

Apa yang bisa saya bantu.” Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Santi dia bilang, “Mobil saya rusak dan nggak ada bantuan”, kata si bule. “Mobil saya rusak dan saya udah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini”, katanya lagi. “Ya udah, anda masuk saja ke belakang”, kataku. “Ooh ya, terima kasih..” katanya sambil melirik ke arah Santi. Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Santi masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes, “gue kan malu..” katanya. “Katanya pengen bule”, kataku berbisik. “Tapi kan nggak begini dong..” katanya merajuk. Kulihat dia nggak marah berarti dia juga kemungkinan suka.

“Aah ya, saya Hendra”, kataku bersalaman, “Dan ini Santi..” Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basa-basi dari mana dan seterusnya. Setelah basa-basi selesai lalu dia bilang, “loe punya body bagus Santi..” Santi mencubit pahaku, “gue kan maluu..” Terus gue bilang, “Katanya loe pengen tahu Santi, gedenya seberapa”, kataku. “Yaa, gue kan cuma..” kata dia nggak meneruskan karena si bule (namanya Kevinued) menyeletuk. “kalo loe pengen tahu, loe lihat saja”, katanya sambil tersenyum. “nggak apa-apa kok..” kata si bule. gue yang udah penasaran sejak tadi oleh keinginan Santi terus menimpali, “Ya udah Santi.. loe ke belakang saja Santi..” kataku. “Aakhh, nggak ahh. Gila kali..” kata Santi tersenyum. “Ya nggak, kan cuma lihat saja biar loe nggak penasaran”, kataku. Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut nggak jadi masalah kalo di negaranya (Prancis) di sana mereka udah bebas kalo suka ya bilang suka. “kalo loe penasaran ya lihat saja”, katanya tersenyum. Karena terus diajak bicara dan Santi antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang. “Lihat saja yaa..” kata Santi tersenyum malu.

Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara Kevin kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Santi yang duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai Kevin mengeluarkan batang kontol nya yang besar walaupun belum tegang sekali. “Hai.. lihat ini”, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kontol nya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Santi. Santi melihat batang kontol bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kontol yang besar berwarna putih dgn kepala batang kontol seperti topi baja. Sementara gue menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang. “loe lihat ini dan pegang saja!” kata Kevin. “Wihh takut akhh..” desah Santi dgn suara serak. “nggak apa-apa biar loe nggak penasaran lagi”, kata Kevin.

Santi terpaku melihat batang kontol Kevin di samping tangannya. Kevin mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Santi perlahan, karena Santi diam saja maka wajah Santi dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Santi dgn perlahan dan perlahan kulihat Santi membalas ciuman itu dgn membuka bibirnya serta merta Kevin melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya. “Emmhh..” desah Santi perlahan. “loe suka Santi..” bisik Kevin di kuping Santi. Melihat reaksi positif dari Santi, tangan kiri Santi diarahkan untuk memegang batang kontol besar yang telah menyembul dari atas celananya. Ternyata Kevin udah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi udah berdiri tegak batang kontol itu berikut bijinya yang ditutupi jembut.

Santi mulai memegang batang kontol itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya nggak dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Santi penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kontol bule tersebut dan mendesah, “Aakkhh gedee bangeet..” desahnya dgn suara parau dan wajah memerah.

Wah, kudengar dia udah birahi, panik juga gue. Kemudian Kevin sambil mencium telinga Santi berbisik, “loe kocokin dong..” desah si bule nggak tahan keenakan. Wah udah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Santi menuruti permintaan Kevin dan perlahan jari-jari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kontol bule tersebut berdiri dgn kokohnya di tangan Santi. Panjangnya lebih dari batang kontol ku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm. “Emmhh.. akhh..” desah mereka berdua di jok belakang. Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Santi terus mengocok kejantanan Kevin. Kevin pun dgn nafsunya mengulum bibir Santi dan jemarinya dgn cepat membuka kancing kemeja Santi, karena Santi belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dgn cepat terbuka semua dan dgn sigap tangan dan jari Kevin langsung meremas susu Santi yang ternyata telah mengeras dan menonjol. “Akhh enak Kevin..” desah Santi menggelinjang.

Cerita skandal Sex
Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Santi dilepas ciumannya maka mulut Kevin langsung mendekat ke dada Santi sambil terus meremas perlahan. Puting Santi dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada berganti-ganti sehingga, “Akhh.. uuff..” erang Santi keenakan. Wajah Santi udah menengadah ke atas dgn posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kontol Kevin yang besar dan penuh digenggamannya dgn makin cepat, kadang-kadang diremas batang kontol itu dgn kuat tanda dia udah nggak tahan karena rangsangan yang ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya. “Ooohh.. Hendra..” desahnya keenakan lupa kalo yang sedang bersamanya itu si Kevin. Tangan kanan Santi menekan kepala Kevin ke dadanya sementara tangan kirinya udah nggak beraturan mengocok batang kontol besar dan menariknya ke atas seakan-akan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang memek nya sendiri dan seakan-akan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.

Kevin menyadari yang diminta Santi dan tangan kiri Kevin segera membuka kancing celana Santi dan menarik ke bawah reitsleting celana Santi. Tahu atau pura-pura nggak tahu Santi membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dgn mengangkat sedikit pantat Santi tangan Kevin itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Santi yang berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Santi di atas dengkul Santi sedikit. Tersembul udah batang paha Santi yang putih mulus dan gundukan memek Santi yang ditutupi oleh rambut memek nya yang halus berwarna hitam ikal. “loe mulus sekali Santi..” bisik Kevin sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Santi. “Ahh kamuu..” Santi tersenyum keenakan dan mata memerah. Keadaan mereka berdua udah sama-sama dgn celana yang telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masing-masing.

Santi hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jari-jari Kevin itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas memek Santi yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan menyebarkan aroma yang khas dari memek Santi. Mereka benar-benar telah nggak memperhatikanku yang membawa mobil dgn perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yang udah seperti orang kepanasan,Mereka sama-sama mendesah dan mengerang perlahan. “Saya suka sekali wanita Indonesia..” desah Kevin. “Wanginya sangat enak sekali”, kata Kevin sambil mendesah. “Emmhh..” desah Santi sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan.

Sementara batang kontol ku sendiri udah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, “Sialan”, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga gue melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan memek dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah. Belahan memek Santi udah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yang membuat Kevin dan gue menjadi makin terangsang. Tangan Santi udah terlepas dari mengocok batang kontol itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala Kevin dan kadang-kadang mengusap punggung Kevin dgn sangat merangsang sekali.

Kevin sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan memek Santi, tangan kanannya terlihat meremas buah dada Santi, sementara itu mulutnya menghisap puting Santi yang telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Santi atau mengulum bibir Santi dgn emosi yang teratur. Kurang lebih 20 menit Kevin telah merangsang sekujur tubuh Santi sementara baju Santi telah terlepas membuat dia leluasa menggerayangi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Santi tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari Kevin dan Kevin pun menciumi seluruh tubuh Santi yang telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dgn penuh gairah.

Suatu pemandangan yang eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digerayangi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi gue nggak cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut. Sungguh sensasi luar biasa. Santi udah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yang putih bulat penuh mengeras dgn puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Santi telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dgn makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging memek Santi dan jari tengahnya terus menggesek belahan memek tersebut. Kevin terus membelai belahan memek Santi tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam memek Santi yang telah terpampang dgn pasrah. Sementara Santi telah dalam posisi setengah rebahan dgn kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.

komunitas bokep Kevin melihat Santi udah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Santi. Dia berlutut di depan Santi yang telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Santi yang mengangkang lebar dan lubang memek nya yang telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yang sempit di belakang mobil maka Kevin mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan. Wah gue takut juga kalo sampai batang kontol Kevin yang panjang dan besar itu telah siap-siap mengarahkan ke belahan memek Santi yang telah menantikan dgn mata terpejam dan mulut yang terbuka dgn desahan, “Jangan Kevin..” desah Santi. “Takuut..” erang Santi. “nggak apa-apa.. sakitnya hanya sebentar”, desah Kevin sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Santi. Cerita 17 Tahun

“Tapi gue takut nggak muaat.. nanti memek ku robeek..” kata Santi sambil ketakutan melihat batang kontol Kevin yang benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan memek nya. “loe harus mencobanya Santi.. pelan-pelan saja..” desah Kevin sambil mulai mengarahkan batang kontol nya ke lubang memek Santi yang telah terbuka sedikit akibat jari-jari Kevin yang terus membelai belahan memek Santi. Rupanya Santi benar-benar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalo sampai ada apa-apa gue juga yang ketimpa pulungnya, kita berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yang agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan gue segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.

“loe jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kontol ini sampai loe nanti mau..” kata Kevin merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Santi. Santi yang keenakan lalu membiarkan Kevin melanjutkan aksinya, dgn menjepit pinggang Kevin dgn kedua kakinya, Santi melihat batang kontol Kevin yang besar itu ditempelkan tepat di belahan memek Santi yang telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang memek Santi sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Santi, Santi merasa dgn posisi yang aman menerima kuluman Kevin dan merasakan batang kontol besar milik Kevin mulai secara perlahan menggeser di belahan memek nya. “Oohh.. Kevin.. enaakk.. emmhh..” erang Santi. “Uuuff..” desah Kevin keenakan.

“Yaa enakk Santi..” kata Kevin. “Teruss digeseek dan ditekan Kevin..” pinta Santi. “Ya sayang..” kata Kevin mulai mempercepat gesekan di belahan memek Santi. dgn cara naik turun posisi badan Kevin terlihat seperti ingin naik dan nggak. “Tekan teruuss Kevin..” erang Santi yang makin lama semakin keenakan. “Enaakk.. oohh.. puasin gue Kevin.. ahkk..” desah Santi dgn suara yang telah parau. Posisi kaki Santi telah mengangkang dgn lebar membuat Kevin lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naik-turun dan kadang mendorongkan batang kontol nya ke depan sehingga lebih menekan belahan memek Santi. Kulihat memek Santi telah terbelah bibir memek nya karena tekanan batang kontol Kevin yang terus bergerak menekan belahan bibir memek Santi, sementara terlihat batang kontol Kevin mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yang menggeser belahan bibir memek Santi dgn sedikit tekanan yang terus menerus.

Kepala batang kontol Kevin mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Santi yang telah terbuka. “Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh”, desah Santi sementara tangan Santi telah berada di belakang punggung Kevin dan sambil menekan pantat Kevin, Santi membetulkan arah gerakan batang kontol Kevin yang terus berusaha mendobrak klitoris Santi. “Emh.. uff..” erang Kevin menahan sesuatu. gue tahu dia udah ingin menerobos masuk ke dalam lubang memek Santi tapi kerena Santi nggak mengatakannya dia berusaha menahan keinginannya yang telah di kepalanya.

“Kevin.. Kevin.. eeng..” Santi bergumam, gue tahu kalo Santi telah siap dimasuki oleh batang kontol besar itu. Terlihat tangan Santi gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantat Kevin sedangkan posisi kepala batang kontol Kevin telah terbenam melewati klitoris Santi. Terlihat batang kontol itu mulai bergerak mengikuti arahan Santi mencoba untuk terus menerobos liang memek Santi yang terasa sempit sekali untuk ukuran batang kontol sebesar Kevin. Kepala Santi udah menengadah ke atas dgn mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutnya terbuka mengerang, “Ahhkk.. sakiitt.. ahh..” Kevin menahan aksinya dgn mulai menarik kepala batang kontol nya yang telah terbenam di dalam memek Santi. Dia melihat Santi dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya. Cerita Panas Dewasa

“Santi.. akhh”, desah Kevin meminta kepastian kesiapan Santi apakah seluruh batang kontol nya dapat menerobos masuk ke dalam memek Santi. Tapi Santi udah nggak dapat berkata-kata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka. “Ekhh.. akkhh.. oohkk”, dgn keraguan Kevin terus melanjutkan aksinya dgn posisi sama seperti sebelumnya. Terlihat batang kontol Kevin terus berusaha menekan lubang memek Santi dgn kepala batang kontol nya yang besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Santi mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yang mengerang kesakitan. “Uuff.. uff.. uuff..” desah Kevin sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya.

Kepala batang kontol Kevin terus menekan klitoris Santi berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir memek. “Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg..” Santi mencengkeram pantat Kevin kuat-kuat dan akibat sundulan kepala batang kontol , “Oohh.. akuu.. keluaarr.. Kevin.. uuff.. aahh.. enaak..” erang Santi kelonjotan dan bergetar seluruh badan Santi di dalam pelukan Kevin. Kevin merasakan siraman air hangat dari dalam lubang memek Santi yang terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kontol nya, membuat batang kontol itu menjadi mengkilap dan basah. aku pasrah …pacar ku ingin peler bule besar dan panjang

“Kamuu.. keluar Santi.. sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh..” desah Kevin dgn nafas berirama, nafasnya terdengar keras. “Eeennakk.. oohh akuu.. puaass”, Santi terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kontol Kevin di dalam memek dan gesekan batang kontol Kevin di bibir dan dinding luar memek nya. Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kontol Kevin yang dapat terbenam di dalam lubang memek Santi dan terasa terus menggesek dinding memek Santi terus menerus. “Teruss.. Kevin.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh..” Santi tersenyum puas melihat Kevin masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding memek nya.

Kevin melihat Santi tersenyum dan ikut tersenyum puas. “loe puass.. Santi.. enak.. kan..” senyum Kevin sambil menjilat bibirnya sendiri dgn lidahnya. “Biar kamuu.. puaas Santi..” kata Kevin sambil terus menghujamkan sepertiga batang kontol nya ke dalam liang memek Santi. Terdengar bunyi, “Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet..” rupanya memek Santi terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kontol Kevin yang terjepit di lubang memek Santi. “Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Santi.. untuk masuk..” Kevin penasaran sekali dgn memek Santi yang terlalu sempit.

Gila memang, batang kontol Kevin yang besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang memek Santi, posisi Santi udah ditindih oleh badan Kevin. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat Kevin melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik. Benar-benar membuat penasaran karena gerakan Kevin, gue merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari gue melihat dgn jelas batang kontol Kevin yang besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam memek Santi, sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena memek Santi terus mengeluarkan cairan yang membuat batang kontol Kevin terus dapat menerobos dinding memek Santi. Cerita Bokep Terbaru

“Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayang.. aahh.. ngg.. gue mau batang kontol gedee.. ahh enaak ngentot..” Santi kelojotan dihujami batang kontol bule walaupun belum semua batang kontol Kevin masuk menembus memek Santi. Tangan Santi terus memberikan remasan di pantat Kevin dan kadang menekan pantat itu ke bawah. “Kamuu kuat.. Santi.. memek loe masih sempit.. sayang.. oohh.. nikmatnya.. memek.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kontol sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennak..” Kevin tersenyum melihat Santi merem-melek keenakan. “Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet..” gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kontol nya lebih masuk lagi ke dalam memek Santi setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kontol nya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat Kevin memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali. Gila, Santi udah nggak sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebar-lebar terlihat jari-jari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung Kevin dan sekali menjambak rambut Kevin kadang-kadang seperti orang kehilangan pegangan menggapai-gapai mencari pegangan.

Sementara nafasnya terdengar nggak beraturan yang ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang. dgn gerakan itu Kevin telah melakukan gerakan menghujamkan memek Santi yang tadinya hanya menggesek-gesek bibir memek Santi, sekarang batang kontol nya telah masuk menembus dinding memek Santi yang sempit dan basah. Terlihat bibir memek Santi tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kontol Kevin, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua. “Kamuu berbalik Santi..” desah Kevin, lalu Kevin menarik batang kontol nya, terdengar bunyi “Plooff..” dan Santi mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dgn satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yang disukai bule dan tentunya kita juga.

Melihat bibir memek Santi dgn jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran memek Santi yang telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya. Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, Kevin mengambil posisi tepat di belakang pantat Santi setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Santi dgn remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan memek Santi dgn jarinya terlihat daging dalam memek Santi yang berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kontol Kevin. dgn sedikit demi sedikit Kevin mulai menempelkan kepala batang kontol nya dibelahan memek Santi dan terus menggesekkan kepala batang kontol tersebut ke atas dan ke bawah belahan memek Santi.

“Aahh.. ennaak.. Kevin..” desah Santi terpejam. “Nikmatnya batang kontol kamuu.. enak.. Kevin..” setelah delapan gesekan naik turun Santi mendesah. “Masukin Kevin.. gue mau ngentot.. yang enak.. aahhk”, dgn sedikit hentakan kepala batang kontol Kevin mulai menerobos dinding memek Santi. Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat Kevin. Terlihat mulai membuat batang kontol Kevin sebagian tenggelam di dalam memek Santi. “Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak!” Kevin terlihat mengeram dgn nafas yang memburu begitu juga Santi.

“Ookk.. yak.. yak..” Kevin mulai dgn gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Santi untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kontol Kevin yang menghujam semakin dalam ke dalam memek Santi. “Hee.. aakhh.. okh..” nafas Kevin memburu dgn cepat sementara gerakan batang kontol nya di dalam memek Santi terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor memek Santi. Cerita Bokep Indonesia

“Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus..” erang Santi. Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh Kevin. “Santi.. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. Santi.. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. loe.. kuat aakh..” Kevin terus menghujamkan batang kontol nya dalam-dalam ke lubang memek Santi. Sementara Santi hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kontol Kevin mentok di dinding rahimnya. “gue keluarr lagi.. Kevin.. aahk ah.. ahk enak..” erang Santi terpejam. Telah 20 menit Kevin memainkan batang kontol nya di dalam memek Santi, keringatnya telah menetes ke punggung Santi.

Sementara punggung Santi telah terdapat lima bekas gigitan Kevin, tiga di pundak Santi dua di leher belakang Santi. Sungguh buas si Kevin ini kalo sedang bersetubuh, kadang-kadang tangannya meremas buah dada Santi dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kontol Kevin. Santi benar-benar udah lemas dan nggak bertenaga lagi. Kepalanya udah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat. “Aahk Kevin, gue.. lemes.. gila.. keluarin Kevin..” pinta Santi memelas. “Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. Santi.. gue keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak memek loe.. akh gue mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. gue mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. loe hebat Santi..”

Kevin melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kontol nya sampai berbunyi, “Cepaak.. cepakk..” beradu pantat Santi dgn paha Santi dan bunyi peraduan memek dan batang kontol . “Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya..” Santi yang mengetahui Kevin mulai menghentakkan batang kontol nya dalam-dalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kontol Kevin dgn lubang memek nya. “Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Kevin.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak..” Kevin tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Santi dan mulutnya mencium bibir Santi yang telah terkulai lemas di jok mobilku.

Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, Kevin tetap dalam posisi memeluk Santi dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kontol Kevin walaupun udah mengeluarkan maninya di dalam memek Santi terlihat masih berada di dalam memek Santi, belum menyusut mengecil dan terlepas. Setelah saling membersihkan keringat dgn tissue, kita pulang dgn perasaan masing-masing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.

Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di QaQaPoker ! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di QaQaPoker

Cerita Sex ABG | Cerita Panas Dewasa - Gadis Desa Yang Membuatku Tergila-Gila

Poker Domino Terbaik - Sebagai majikan yang baik, aku telah ngentot pembantuku sendiri he2.. Aku selalu membayangkan betapa nikmatnya hidup ini kalau aku bisa bebas melakukan keinginanku tanpa ada yang melarang, dan satu hal yang selalu kuinginkan adalah aku bisa sehari-hari hidup tanpa memakai busana, alias telanjang bulat.

Cerita Sex ABG | Cerita Panas Dewasa - Gadis Desa Yang Membuatku Tergila-Gila

Cerita Sex Terbaru

Dan hal ini baru dapat kulaksanakan setelah aku akhirnya memiliki rumah kontrakan sendiri. Sejak saat itu aku selalu membiasakan diriku hidup tanpa memakai busana, dan aku hanya menutupi tubuhku dengan sarung manakala aku berada di sekitar ruangan tamu, yang memang dapat terlihat dari arah luar melalui jendela kaca yang terhalang dengan vitrage.

Namun ternyata setelah 2-3 bulan aku menjalani hidup seperti ini serasa ada yang kurang, karena segala sesuatu harus kulakukan sendiri, mulai dari mencuci baju, menyetrika, memasak air, sedangkan untuk kebutuhan makan kulakukan dengan makan di warung. Aku mulai berpikir untuk mencari pembantu yang dapat membantuku untuk melakukan kegiatan sehari-hari untuk kebutuhan hidupku.

Kemudian aku memutuskan mulai mencari pembantu yang sesuai dengan kebutuhanku. Sebelum aku melanjutkan ceritaku, aku ingin berbagi dengan para pembaca, aku adalah seorang lelaki berumur 38 tahun yang mempunyai libido yang besar, namun aku tidak suka menyalurkannya di tempat-tempat yang sering dikunjungi para hidung belang, selain takut membayangkan hal-hal yang negatif yang harus kualami, aku juga kurang menyukai perempuan yang hanya menjajakan seks karena profesi dan juga karena uang.

Dan satu hal yang aneh dalam diriku adalah aku senang dengan perempuan yang masih remaja, walaupun aku tidak menolak bila berhubungan dengan wanita yang sudah matang, karena memang dalam permainan seks, mereka jauh lebih menghanyutkan dan mengasyikkan, namun bagiku selalu menimbulkan sensasi seks yang luar biasa apabila aku membayangkan diriku sedang mencumbu seorang gadis yang masih remaja, terlebih lagi gadis yang baru tumbuh.

Pada awalnya aku mulai mencari-cari gadis yang mau menjadi pembantu di panti-panti asuhan, namun karena prosesnya berbelit-belit, akhirnya aku memutuskan mencarinya sendiri di desa-desa, karena aku tahu jauh lebih mudah mencarinya di desa daripada keluar masuk dari satu panti asuhan ke panti asuhan yang lain.

Suatu hari, singkat cerita aku mulai menjelajah di salah satu desa di daerah Wonogiri. Aku memang sengaja berburu ke daerah itu karena terkenal akan Mbok bakul jamunya, dan aku membayangkan pasti gadis-gadis di desa itu pun terbiasa untuk mengkonsumsi jamu. Tentu aroma tubuh dan bentuk tubuh mereka akan berbeda, dan yang pasti akan menimbulkan gairah seksku.

Cerita Sex Terbaru
Sesampainya di desa itu, aku mulai mencari rumah Bapak Kepala Desa, yang disambutnya dengan cara yang simpatik, setelah aku menjelaskan maksud dan tujuanku. Karena aku tidak mau tanggung-tanggung, kujelaskan secara rinci apa yang kuharapkan dengan gadis pembantu yang kuinginkan.

Dan kutambahkan agar calon gadis pembantuku itu juga yang suka membuat jamu serta rajin mengkonsumsinya. Tidak lupa aku juga memperkenalkan diriku kepada Bapak Kepala Desa.

“Silakan Mas Budi tunggu sebentar, nanti bapak akan panggilkan Carik Desa untuk membantu mencarinya..”

“Terima kasih Pak untuk bantuannya, tolong saja kalau bisa jangan satu orang, 4 atau 5 orang supaya saya bisa memilihnya.”

“Tanggung beres Mas..” sahutnya tak kurang simpatiknya, dan langsung saja dia memberikan perintah kepada anak buahnya melakukannya sesuai dengan permintaanku,

“Gole’ke se’ng ayu sisan, ojo ngisin-ngisini..! (carikan sekalian yang cantik, jangan malu-maluin..!)” tambahnya.

Dalam hati aku berpikir, baik juga bapak kepala desa ini, yang kemudian kutahu namanya Pak Mahmud. Dan aku bertekad untuk membalas budinya bila aku memang benar-benar menemukan gadis pembantu yang cocok dengan seleraku.

Selang beberapa lama, Carik Desa itu membawa 6 orang gadis yang kutaksir berumur antara 12 sampai 15 tahun. Kupandangi satu persatu, sambil kutanyakan namanya.

Sampai akhirnya pada gadis yang terakhir, aku merasa cocok dengannya, wajahnya ayu namun sifatnya pemalu, tingginya sepundakku, tubuhnya padat berisi, kulitnya kuning langsat, lehernya sedikit jenjang, denganrambut yang terurai sebahu, dan kulihat dari samping payudaranya masih baru tumbuh, namun agak mencuat ke atas sedikit. Dia tertunduk malu saat dia menyebutkan namanya, “Sumiati..” gumamnya.

“Pak Mahmud, bagaimana kalau saya memilih Sum saja, dia cocok dengan selera saya.”

“Wah, Mas rupanya punya selera dan mata yang tajam, Bapak sudah berpikir pasti Mas akan memilihnya, karena dia memang kembang desa sini.”

“Ah Bapak bisa saja, saya hanya melihat Sum anaknya bersih, dan sepertinya rajin bekerja.”

“Monggo Mas, biar nanti Bapak yang akan menjelaskan kepada orang tuanya, dan Bapak kenal sekali dengan Bapak dan Ibunya Sum, kapan Mas Budi akan kembali ke kota..?”

“Kalau memang bisa selesai sekarang saya tidak akan berlama-lama di sini, karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan di kota.”

Cerita skandal Sex
“Baik kalau begitu, ayo Sum, kamu bersiap-siap untuk ikut dengan Bapak ini ke kota, kamu kan sudah bertekad untuk bekerja di kota, silakan pamit kepada orangtuamu, selanjutnya biar Bapak yang akan membantumu.”

“Oh ya Pak, tolong titip sekalian untuk orangtua Sum..!” dan aku mengeluarkan 2 buah amplop yang memang sudah kusiapkan sejak aku berangkat dari rumah, “Yang satu untuk orangtua Sum, dan yang satu lagi untuk Bapak, sebagai ucapan terima kasih saya kepada Bapak yang sudah membantu saya.”

Pak Mahmud dengan gembira menerima pemberianku, sambil terbungkuk-bungkuk beliau menerimanya sambil tidak lupa berulang-ulang mengucapkan terima kasih, karena dia tahu bahwa jumlah yang diterimanya bukanlah uang yang sedikit saat dia meraba tebalnya amplop yang kuberikan.

Dalam perjalanan ke kotaku, Sum hanya tertunduk malu, dia hanya mendekap tas bawaannya yang tidak seberapa, mungkin hanya berisi beberapa potong baju, karena aku sendiri sudah mengatakan kepadanya bahwa untuk kebutuhan pakaian yang akan dikenakannya akan kubelikan setibanya di kota nanti.

Sepanjang perjalanan kucoba untuk mulai akrab dengan dirinya, sambil tidak lupa kupasang musik instrumental yang bernuansa lembut. Perlahan-lahan kebekuan itu mulai mencair, dan Sum mulai menceritakan dirinya yang baru 1 tahun ini lulus SD, sekarang dia baru berumur 14 tahun.

“Hmm.. cocok dengan seleraku, gadis yang masih ranum, baru tumbuh, aku membayangkan mungkin buah dadanya baru tumbuh, dan pasti puting susunya pun masih sebesar pentil, ah bagaimana dengan kemaluannya.., apakah sudah ditumbuhi rambut..?” bayangan itu membawa imajinasiku semakin melambung tinggi.

Tidak terasa penisku mulai berdenyut dan bereaksi mengikuti irama lamunanku.

“Hati-hati Pak..! Kok nyetirnya sambil melamun..” katanya menyadarkanku dari lamunanku.

“Uups..,” aku menghindar dan kurem secara mendadak saat kulihat kerbau yang melintas di tengah jalan yang kulalui.

“Uh.., untung ada Sum, coba kalau tidak.. wah.. bisa konyol kita ya..? Sum kamu nggak usah panggil Pak kepada saya, panggil saja Mas Budi..”

“Iya Pak.., eh Mas..” awalnya Sum masih canggung untuk memanggil Mas kepadaku, namun lama-kelamaan dia mulai terbiasa, walaupun sifat pemalunya masih saja kental dalam dirinya, tetapi itu justru yang menimbulkan gairahku semakin meninggi.

“Sabar.. sabar..” kataku pada diriku sendiri, aku harus memulainya dengan perlahan-lahan, jangan sampai seluruh rencanaku hancur karena terlalu terburu-buru, dan aku sudah bertekad untuk menikmati hidup ini secara perlahan-lahan.

Sesampainya di rumah kontrakanku, aku menunjukkan kamar Sum di bagian tengah, karena rumah kontrakan-ku memang hanya terdiri dari 3 kamar. Yang di depan kupakai sebagai ruang kerjaku, yang satu lagi kupakai untuk ruang tidurku. Ruang tidurku dan ruang tidur Sum dipisahkan dengan kamar mandi.

Pada saat aku mengontrak rumah ini, aku sudah merombak bagian ruang tidurku, kutempatkan lemari gantung yang bila kubuka pintunya, aku dapat melihat ke kamar mandi dengan bebas, karena aku menempatkan one way mirror berukuran 1 x 1.2 meter di dalamnya.

“Nanti saja kamu mandinya Sum, tunggu saya, saya akan keluar sebentar, kamu beres-beres rumah saja, tolong sapu dan bersihkan rumah sepeninggal saya, kamu lihat sendiri banyak debu yang harus dibersihkan.” pesan saya padanya.

“Baik Mas..” katanya lembut.

Dan Sum tanpa canggung sudah melakukan tugas yang kuberikan dengan mengambil sapu di belakang.

Kupacu mobilku menuju Departemen store di kotaku, lalu aku mulai sibuk memilih beberapa t-shirt Nevada yang ketat dengan bahan yang agak tipis, beberapa celana dalam yang bentuknya seksi, 2 potong handuk berukuran sedang, serta rok pendek yang kuperkirakan hanya sebatas paha bila dikenakan oleh Sum. Cerita 17 Tahun

Dalam perjalan pulang, aku sudah membayangkan betapa nikmatnya memandangi tubuh Sum yang dibalut dengan t-shirt tanpa BH, serta rok pendek yang dikenakan, hmm.., tidaklupa aku membelikan sabun mandi Pquito untuknya, agar tubuhnya harum. Sengaja aku tidak membelikan BH satupun untuk dirinya, karena memang aku bermaksud agar Sum tidak memakainya sepanjang hari.

Setibanya aku di rumah, kulihat Sum sedang membersihkan kaca jendela depan rumah.

“Wah.., kamu rajin sekali Sum, terima kasih, tidak salah aku memilihmu.” sapaku padanya.

“Ah Mas bisa saja, ini biasa saya lakukan kalau saya ada di rumah.” katanya sambil terus melakukan pekerjaannya tanpa memperhatikanku.

Aku masuk ke kamar Sum, dan mulai aku membongkar tasnya. Seperti dugaanku, Sum hanya membawa 2 potong rok terusan dan 1 buah kutang kecil serta 2 buah celana dalam yang terbuat dari bahan murahan. Kuambil seluruhnya dan kubungkus dengan tas plastik, lalu kusembunyikan di lemari ruang tidurku.

“Sum.. kalau kamu sudah selesai membersihkan kaca jendela, mandi dulu, kemudian siapkan makanan yang kubeli tadi.” kataku setelah menyusun rencanaku.

“Iya Mas..” sahutnya sambil tetap membersihkan kaca jendela yang tinggal sedikit lagi.

Sesaat kemudian Sum masuk ke kamarnya, dan tampaknya dia bingung mendapatkan tasnya kosong, lalu memanggil diriku sambil membawa t-shirt, rok pendek, celana dalam yang seksi dan handuk.

“Mas.. Baju Sum kemana..?” tanyanya.

“Oh.. bajumu itu tidak baik untuk dipakai di kota, Mas akan malu kalau nanti ada teman-teman Mas kesini.., jadi Sum pakai saja baju yang sudah Mas belikan untukmu ya..?”

“Tapi..?” nampaknya Sum ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya.

“Tapi apa Sum..?”

“Kutangnya mana..?”

“Wah Sum.. kamu kan masih kecil.., tidak perlu kamu menggunakan kutang itu, kutang itu pun sudah jelek sekali, dan itu akan menghalangi pertumbuhan buah dadamu.., sudahlah kamu pakai saja kaos yang kubelikan tadi.” kataku mencoba menjelaskan. Cerita Panas Dewasa

“Tapi Sum malu Mas.., nanti akan kelihatan..” jawabnya malu.

“Iya tidak Sum, justru akan kelihatan indah sekali kalau tubuhmu hanya dibalut dengan kaos yang kubelikan, percayalah..! Coba saja ya..? Dan kamu ganti baju yang sekarang kamu pakai, mungkin sudah bau keringat.”

Akhirnya walau dengan berat hati, Sum masuk ke kamar mandi dengan membawa t-shirt serta rok pendeknya.

Tidak lupa aku menjelaskan kepada Sum bagaimana caranya menggunakan shower dan bermandi dengan air hangat, karena memang kamar mandiku tidak memakai bak mandi. Setelah dia mengerti, aku tinggalkan dirinya.

Begitu Sum masuk kamar mandi, bergegas aku pun masuk kamar tidurku untuk siap-siap melihat pemandangan yang menggairahkan. Kubuka bajuku sehingga aku telanjang bulat, dan aku mulai membuka lemari gantungku.

Dan pemandangan di depan mataku membuatku terpana, jantungku berdebar-debar saat Sum mulai membuka rok terusannya, sehingga dia hanya memakai kutang kecil dan celana dalam murahan. Libidoku mulai menaik, aku terangsang dengan pemandangan di hadapanku.

Sesaat kemudian Sum membungkuk untuk membuka celana dalamnya, dan aku melengguh ketika Sum akhirnya membuka kutang kecilnya, dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benangpun.

Kulihat tubuh Sum begitu padat berisi, tubuh seorang gadis yang baru tumbuh, buah dadanya masih belum menonjol betul, hanya segenggam telapak tangan saja. Seperti bayanganku, puting susunya masih belum begitu besar, berwarna merah muda kontras dengan warna kulit tubuhnya yang kuning langsat, namun itu justru sangat menggairahkan diriku.

Perutnya rata, namun saat kulihat di bagian bawah perutnya, ugh.., nampak bagian itu agak menonjol keluar, agak gemuk sedikit. Dan yang membuatku semakin berdebar dan bernafsu, kemaluan Sum belum lagi ditumbuhi oleh bulu, masih mulus, hanya ada beberapa lembar bulu, itu pun masih bulu yang halus.

Pemandangan di depan mataku membuatku semakin melambung tinggi dalam nafsuku, tanganku mulaimemainkan penisku yang sudah berdenyut-denyut dan bereaksi sejak tadi. Secara perlahan aku mulai mengocok penisku dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku mulai membelai-belai sekujur tubuhku mulai dari perut dan berakhir di puting susuku. Cerita Bokep Terbaru

Aku semakin menggelinjang saat jari jemariku memainkan puting susuku, sensasi yang luar biasa mulai menerpaku. Tidak puas dengan keadaan itu, aku mengambil penis karet dari lemari bajuku yang berukuran tidak terlalu besar yang kubeli saat aku pergi ke luar negeri.

Sengaja aku memilih yang berukuran tidak terlalu besar yang berdiameter hanya 2 cm, kulumuri dengan baby oil, dan kuletakkan di tempat dudukku. Penis karet yang kubeli itu dapat diletakkan dengan kondisi berdiri mengacung ke atas, karena bagian bawahnya dilengkapi dengan semacam piringan.

Aku mulai menempatkan diriku dengan anusku tepat di atas penis karet itu, sementara tangan kananku masih terus memempermainkan penisku dan tangan kiriku tetap mempermainkan puting susuku, kiri dan kanan. Aku mulai mendesah saat penis karet di tempat dudukku mulai menyentuh anusku, terasa bergetar menimbulkan perasaan yang sulit kuceritakan. “Sshh.. ahh..”

Sementara di kamar mandi, Sum mulai dengan menyalakan shower, dan air yang mengalir mulai membasahi rambutnya. Lalu perlahan-lahan tangannya mulai membersihkan dirinya dengan sabun mandi, dan aku semakin larut dalam nafsuku saat tangannya mulai membersihkan ketiaknya yang belum lagi ditumbuhi bulu.

Aku semakin menggelinjang dipenuhi oleh rasa nikmat di sekujur tubuhku. Sum mulai menggosok-gosok buah dadanya dengan cairan sabun di tangannya. Matanyaterpejam saat tangannya mulai meremas-remas buah dadanya sendiri.

Entah karena rasa nikmat yang dirasakannya atau memang hanya kebiasaannya. Yang jelas pemandangan itu membuatku semakin menggila dalam nafsuku. Sum masih asyik menggosok-gosok buah dadanya tanpa menyadari bahwa aku sedang menikmati tubuhnya yang ranum dan menggairahkan itu dari sebelah kamar.

Nafsuku semakin memuncak saat kulihat Sum mengambil shower dan mulai membersihkan kemaluannya. Dengan tangan kanannya, diarahkan air yang memancur dari shower itu tepat ke arah kemaluannya.

Tangan kirinya mulai menggosok-gosok kemaluannya dengan cairan sabun. Nampak Sum sepertinya menikmati apa yang sedang dilakukannya. Bibirnya yang seperti gendewa itu mulai terbuka, dan yang lebih membuatku berdebar adalah saat Sum mulai menggosok-gosokan shower itu langsung ke bibir kemaluannya, rupanya semburan air dari shower itu menimbulkan sensasi seks dalam dirinya yang selama ini belum pernah dia rasakan, terlebih lagi saat shower itu menyentuh kelentitnya yang masih sebesar kacang.

Sum terjengkit kenikmatan.., Sum mulai menyandarkan tubuhnya di dinding berhadapan dengan One way mirror di kamarku, sehingga semakin jelas aku dapat melihat pemandangan yang menggairahkan itu. Tubuhnya melengkung ke belakang, dan tangan kirinya mulai meraba-raba buah dadanya sambil sekali-sekali meremasnya.

Aku tidak dapat membayangkan bahwasanya Sum gadis yang lugu yang baru saja datang dari desa dapat melakukan hal itu. Mungkin sensasi itu baru ditemukannya saat dia mulai menikmati guyuran air hangat dari shower yang selama ini belum pernah dia alami.

Kocokan tangan kanan di penisku mulai kulakukan semakin cepat, dan tidak henti-hentinya aku memilin puting susuku kiri dan kanan. Aku semakin bergairah saat penis karet di tempat dudukku mulai memasuki lorong kenikmatan di anusku. Otot di sekitar anusku mulai bereaksi mengejut dan mengembang.

Dan saat aku menurunkan tubuhku, penis karet itu masuk semakin dalam, gairahku memuncak. Dan ketika seluruh penis karet sepanjang 12 cm itu menghunjam bagian belakang tubuhku, aku melengking, “Aaahh..!” baru kali ini aku merasakan hal itu, karena biasanya memang hanya sebatas ujungnya saja yang kumasukkan ke dalam anusku, hanya untuk menambah rasa nikmat saat aku beronani. Cerita Bokep Indonesia

Kugoyangkan pantatku sedimikian rupa sehingga aku dapat merasakan penis karet itu berputar di dalamnya, sungguh menimbulkan rasa nikmat yang tiada taranya, dan tanganku tetap bermain dengan penis dan puting susuku.

Kulihat Sum mulai mempermainkan puting buah dadanya yang mengeras dengan jarinya sambil sesekali meremas buah dadanya. Sementara dengan tangan kanannya, shower itu tetap digesek-gesekkan ke kelentitnya.

Tiba-tiba tubuh Sum melengkung ke depan, dan kulihat kedua pahanya menjepit shower dan tubuhnya bergetar. Ah.., dia orgasme. Bayangkan.., gadis lugu dari desa berumur 14 tahun melakukan masturbasi sampai orgasme di kamar mandiku, sementara di sebelah kamar, aku menikmatinya sambil beronani juga.

Kupercepat dan kupercepat kocokan tanganku di penisku, sampai akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang akan meletup dan meledak dari dalam tubuhku. Dan akhirnya, “Cret.. cret.. cret..” 7 kali semburan kurasakan air maniku tertumpah dari saluran penisku menyembur membasahi tempat dudukku dan pahaku, yang menimbulkankenikmatan yang tiada taranya, disertai dengan otot anusku yang mengejut memilin penis karet yang ada di dalamnya. Aku terduduk lemas sambil tetap melihat Sum yang mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk.

Agh.. aku membayangkan betapa nikmatnya kalau aku dapat menggumuli tubuh Sum yang masih ranum itu, namun aku masih mempunyai rencana lain, aku akan meletakkan penis karetku di kamar mandi suatu saat nanti. Dan aku mengharapkan dapat menikmati pemandangan yang lebih menggairahkan lagi saat aku membayangkan Sum akan bermain-main dengan penis karet itu.

Cepat-cepat kubereskan tempat dudukku, aku terjengkit dengan rasa nikmat saat kutarik penis karet dari anusku. Kubersihkan air maniku dengan tissue, dan saat aku keluar dari kamarku, kuterpana dan gairahku muncul kembali ketika melihat Sum dengan rambut yang tergerai tersisir rapi memakai t-shirt dan rok pendek yang kubelikan.

Tubuhnya yang padat berisi, dengan buah dadanya yang baru tumbuh, tercetak dengan jelas pada t-shirt yang ketat, nampak puting susunya masih mengeras, menimbulkan pemandangan yang menggairahkan bagi diriku.

“Gimana mandinya Sum.., enak..? Sudah segar kan..? Ayo atur makan, kita makan, aku sudah lapar..!”

“Iya Mas.., segar, terima kasih..”

“Wow.., kamu cantik sekali dengan baju barumu Sum, pasti banyak laki-laki yang menginginkanmu..”

“Aah Mas bisa saja..” katanya tersipa dan Sum tertunduk malu.

Saat kutulis cerita ini, aku masih dengan keadaan telanjang bulat sambil mempermainkan penisku, sementara Sum sedang mempersiapkan makan siang untukku, tentunya dengan tubuhnya yang terbalut t-shirt yang ketat dan rok yang pendek sebatas paha.

Sesekali kutengok dia, dari one-way mirror di kamar kerjaku, dan pemandangan yang paling kusuka adalah saat dia harus membungkuk, aku bisa melihat celana dalam yang seksi, berbentuk segitiga kecil membelah buah pantatnya, menerus ke depan ke arah bibir kemaluannya.

Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di QaQaPoker ! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di QaQaPoker

Minggu, 17 April 2016

Cerita Sex ABG | Cerita Panas Dewasa - Hasrat Tinggi Terhadap Kakak Kandungku

Poker Domino Terbaik - Karena aku sering melihat kakakku sedang masturbasi jadi kebiasaanku mengintip kakakku, dimana kakakku juga lesbian orangnya suka sesame jenis, sempat aku bermain bersama dengan pasangan lesbiannya perkenalkan namaku Fahri aku mahasiswa di Bandung sekarang semester 2 jurusan TI, dari kuliah aku tinggal satu rumah dengan kakakku Namanya Ratna.

Cerita Sex ABG | Cerita Panas Dewasa - Hasrat Tinggi Terhadap Kakak Kandungku

Cerita Sex Terbaru

Usianya terpaut 5 tahun denganku. Ia sebenarnya bukan kakak kandungku, namun bagiku ia adalah kakak dalam arti yang sebenarnya. Ia begitu telaten dan memperhatikan aku. Apalagi kini kami jauh dari orang tua.

Rumah yang kami tempati, baru satu tahun dibeli kak Ratna. Tidak terlalu besar memang, tapi lebih dari cukup untuk kami tinggali berdua. Setidaknya lebih baik dari pada kost-kostan. Kak Ratna saat ini bekerja disalah satu KanCab bank swasta nasional.

Meskipun usianya baru 28 tahun, tapi kalau sudah mengenakan seragam kantornya, ia kelihatan dewasa sekali. Berwibawa dan tangguh. Matanya jernih dan terang, sehingga menonjolkan kecantikan alami yang dimilikinya.

Dua bulan pertama aku tinggal dirumah kak Ratna, semuanya berjalan normal. Aku dan kak Ratna saling menyayangi sebagaimana adik dan kakak. Pengahasilan yang lumayan besar memungkinkan ia menangung segala keperluan kuliah ku. Memang sejak masuk kuliah, praktis segala biaya ditanggung kak Ratna.

Namun dari semua kekagumanku pada kak Ratna, satu hal yang aku herankan. Sejauh ini aku tidak melihat kak Ratna memiliki hubungan spesial dengan laki-laki. Kupikir kurang apa kakaku ini ? cantik, sehat, cerdas, berpenghasilan mapan, kurang apa lagi ?

Seringkali aku menggodanya, tapi dengan cerdas ia selalu bisa mengelak. Ujung-ujungnya ia pasti akan bilang, “Gampang deh soal itu, yang penting karier dulu…!”, aku percaya saja dengan kata-katanya. Yang pasti, aku menghomati dan mengaguminya sekaligus.

Cerita Sex Terbaru
Hingga pada suatu malam. Saat itu waktu menunjukan pukul 9.00, suasana rumah lengang dan sepi. Aku keluar dari kamarku dilantai atas, lalu turun untuk mengambil minuman dingin di kulkas. TV diruang tengah dimatikan, padahal biasanya kak Ratna asyik nongkrongin Bioskop Trans kesayangannya. Karena khawatir pintu rumah belum dikunci, lalu aku memeriksa pintu depan, ternyata sudah dikunci.

Sambil bertanya-tanya didalam hati, aku bermaksud kembali ke kamarku. Namun tiba-tiba terlintas dibenakku, “kok sesore ini kak Ratna sudah tidur ?”, lalu setengah iseng perlahan aku mencoba mengintip kak Ratna didalam kamar melalui lubang kunci.

Agak kesulitan karena anak kunci menancap dilubang itu, namun dengan lubang kecil aku masih dapat melihat kedalam.

Dadaku berdegup kencang, dan lututku mendadak gemetar. Antara percaya dan tidak pada apa yang kulihat. Kak Ratna menggeliat-geliat diatas spring bad. Tanpa busana sehelaipun !!!

Ya Ampun ! Ia menggeliat-geliat kesana kemari.

Terkadang terlentang sambil mendekap bantal guling, sementara kedua kakinya membelit bantal guling itu. Kemudian posisinya berubah lagi, ia menindih bantal guling. Napasku memburu. Ada rasa takut, malu, dan entah apalagi namanya.

Sekuat tenaga aku tahan perasaan yang bergemuruh didadaku. Kualihkan pandanganku dari lubang kunci sesaat, pikiranku sungguh kacau, tak tahu apa yang harus kuperbuat. Namun kemudian rasa penasaran mendorongku untuk kembali mengintip. Kulihat kak Ratna masih menindih batal guling.

Pinggulnya bergerak-gerak agak memutar, lalu kemudian dengan posisi agak merangkak ia menumpuk dan memiringkan bantal dan guling, lalu meraih langerie-nya. Ujung bantal itu ditutupinya dangan langerie. Kembali aku mengalihkan pandanganku dari lubang kunci itu. Ngapain lagi tuh ?!!, aku tertegun.

Entah kenapa, rasa takut dan jengah perlahan berganti dengan geletar-geletar tubuhku. Tanpa sadar ada yang memanas dan mengeras di balik training yang aku kenakan. Aku meremasnya perlahan. Ahhh…

Ketika kembali aku mengintip ke dalam kamar, kulihat Kak Ratna mengarahkan selangkangannya pada ujung bantal itu, hingga posisinya benar-benar seolah menunggangi tumpukan bantal itu. Lalu tubuhnya terutama bagian pinggul bergoyang goyang dan bergerak-gerak lagi, setiap goyangan yang dilakukanya secara reflek membuat aku semakin cepat meremas batang kemaluanku sendiri.

Entah berapa lama aku menyaksikan tingkah laku kak Ratna didalam kamar. Nafasku memburu, apalagi manakala aku melihat gerakan kak Ratna yang semakin cepat. Mungkin ia hendak mencapai orgasme, dan benar saja, beberapa saat kemudian tubuh kak Ratna nampak berguncang beberapa saat, jemari kak Ratna mencengkram seprai.

Aku tak tahan lagi. Bergegas aku menuju kamarku sendiri. Lalu kukunci pintu. Kumatikan lampu, lalu berbaring sambil memeluk bantal guling dengan nafas memburu. Pikiranku kacau. Bagaimanapun aku laki-laki normal.

Aku merasakan gelombang birahi menyala dan semakin menyala didalam tubuhku. Dan makin lama makin membara. Ah… aku tak tahan lagi. Dengan tangan gemetar aku membuka seluruh pakaian yang kukenakan, lalu aku berguling-guling diatas spring bad sambil mendekap bantal guling.

Aku merintih dan mendesah sendirian. Diantara desahan dan rintihan aku menyebut-nyebut nama kak Ratna. Aku membayangkan tengah berguling-guling sambil mendekap tubuh kak Ratna yang putih mulus. Pikiranku benar-benar tidak waras.

Cerita skandal Sex
Aku membayangkan tubuh kak Ratna aku gumuli dan kuremas remas. Sungguh aku tidak tahan, dengan sensasi dan imajinasiku sendiri, aku merintih dan merintih lalu mengerang perlahan seiring cairan nikmat yang muncrat membasahi bantal guling. (Besok harus mencuci sarung bantal…masa bodo…!!!!)

Sejak kejadian malam itu, pandanganku terhadap kak Ratna mengalami perubahan. Aku tidak saja memandangnya sebagai kakak, lebih dari itu, aku kini melihat kak Ratna sebagai wanita cantik. Ya wanita cantik ! wanita cantik dan seksi tentunya. Ah…….! (maafkan aku kak Ratna !)

Terkadang aku merasa berdosa manakala aku mencuri-curi pandang. Kini aku selalu memperhatikan bagian-bagian tubuh kak Ratna. Goblok ! mengapa baru sekarang aku menyadari kalau tubuh kak Ratna sedemikian putih dan moligh.

Pinggulnya, betisnya, dadanya yang dihiasi dua gundukan itu. Ah lehernya apalagi, mhhh rasanya ingin aku dipeluk dan membenamkan wajah dilehernya.

“Hei, kenapa melamun aja ? Ayo makan rotinya !“, kata kak Ratna sambil menuangkan air putih mengisi gelas dihadapanya, lalu meneguknya perlahan. Air itu melewati bibir kak Ratna, lalu bergerak ke kerongkonganya…. Ahhh kenapa aku jadi memperhatikan hal-hal detail seperti ini ?

“Siapa yang melamun, orang lagi …. ammmm mmm enak nih, selai apa kak ?”, aku mengalihkan perhatian ketika kedua bola mata kak Ratna menatapku dengan pandangan aneh.
“Nanas ! itu kan selai kesukaanmu. awas abisin yah !”, kak Ratna bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan membelakangiku menuju wastafel untuk mencuci tangan.
“OK, tenang aja !”, mulutku penuh roti, tapi pandangan mataku tak berkedip menyaksikan pinggul kak Ratna yang dibungkus pakaian dinasnya. Alamak, betisnya sedemikian putih dan mulus…
“Kamu gak pergi kemana-mana kan ?“, kata kak Ratna. Hari sabtu aku memang gak ada mata kuliah.
“Enggak…!”, kataku sesaat sebelum meneguk air minum.
“Periksa semua kunci rumah ya Ted kalo mau pergi. Kemarin di blok C11 ada yang kemalingan….!”.
“Mmhhh… iya, tenang aja…”, kataku sambil merapikan piring dan gelas bekas sarapan kami.

Beberapa saat kemudian suara mobil terdengar keluar garasi. Lalu suara derikan pintu garasi ditutup. Dan ketika aku keteras depan, Honda Jazz warna silver itu berlalu meninggalkan pekarangan.

Setelah memastikan kak Ratna pergi, aku kemudian mulai mengamati atap dan jarak antar ruangan. Sejak kemarin aku telah memiliki suatu rencana. Aku mau memasang Mini Camera kekamar kak Ratna, biar bisa online ke TV dikamarku, he he !. Cerita 17 Tahun

Sebulan berlalu, otakku benar-benar telah rusak. Aku selalu menunggu saat-saat dimana kak Ratna bermasturbasi. Dengan bebas aku melihat Live Show, lewat mini kamera yang telah kupasang dilangit-langit kamar Kak Ratna. Aman ! sejauh ini kak Ratna tak menyadari bahwa segala gerak-geriknya ada yang mengamati.

Benar rupanya hasil survai sebuah lembaga bahwa 60 % dari wanita lajang melakukan masturbasi. Kalau kuhitung bahkan ka Ratna melakukanya seminggu dua kali. Pasti tidak terlewat ! malam rabu dan malam minggu. Kasihan kak Ratna. Ia mestinya memang sudah berumah tangga.

Tapi biarlah, kak Ratna toh sudah dewasa, ia pasti tahu apa yang dilakukannya. Dan yang terpenting aku punya sesuatu untuk kunikmati. Kalau kak Ratna melakukannya dikamarnya, pasti aku juga. Ahh…..

Seringkali ditengah kekacauan pikiranku, ingin rasanya aku bergegas kekamar kak Ratna ketika kak Ratna tengah menggeliat-geliat sendiri. Aku ingin membantunya. Sekaligus membantu diriku sendiri. Gak usah beneran, cukup saling bikin happy aja. Tapi aku gak berani. Apa kata dunia ?

Malam ini. Aku tak sabar lagi menunggu, sudah hampir jam sembilan. Tapi kok gak ada tanda-tandanya. Kak Ratna masih asyik nongkrongi TV diruang tengah. Aku kemudian bergegas keluar rumah bermaksud mengunci gerbang.

“Mau kemana Ted ?”,
“Kunci gerbang ah, udah malem !”, kataku sambil menggoyangkan anak kunci .
“Jangan dulu dikunci, temen kak Ratna ada yang mau kesini !”,
“Mau kesini ? siapa kak ?”,
“Santi…yang dulu itu lho !”,
“Ohh…!”, aku mencoba mengingat. Sinta ? ah masa bodo… tapi kalo dia kesini, kalo dia nginep, berarti …? Yah…! hangus deh.

Aku bergegas kembali kedalam. Dan ketika aku menaiki tangga ke lantai atas, HP kak Ratna berdering. Kudengar kak Ratna berbicara, rupanya temennya si Sinta brengsek itu udah mau datang. Huh !

Aku hampir aja ketiduran. Atau mungkin memang ketiduran. Kulihat jam menunjukan pukul 10.30 malam, ya ampun aku memang ketiduran.

Cuci muka di wastafel, lalu aku ambil sisa kopi yang tadi sore kuseduh. Dingin tapi lumayan daripada gak ada. Lalu seteguk air putih. Lalu sebatang Class Mild. Dan, asap memenuhi ruang kamar. Kubuka jendela, membiarkan udara malam masuk kekamarku. Sepi. Temennya kak Ratna udah pulang kali ?!. Cerita Panas Dewasa

Kunyalakan TV, tapi hampir seluruh chanel menyebalkan, Kuis, Lawakan, Ketoprak, Sinetron Mistery, fffpuih ! kuganti-ganti channel tapi emang semua chanell menyebalkan, lalu kutekan remote pada mode video…lho apa itu…?!

Ya ampun ! sungguh pemandangan yang menjijikan. Apa yang akan dilakukan kak Ratna dan temannya itu. Aku geleng-geleng kepala, ada rasa marah, kesal. Aku tidak menyangka kalau kak Ratna ternyata menyukai sesama jenis. Apa kata Mama. Ya ampuuuuun…!

Kumatikan TV. Aku termenung beberapa saat.

Aku ambil gelas kopi, satu tetes, kering. Ah air putih saja. Aku habiskan air digelas besar sampai tetes terakhir.

Tapi…., aku tekan lagi tombol power TV, Upps… masih On Line ! Aku melihat kak Ratna dengan temannya berbaring miring berhadapan. Aku yakin mereka tanpa busana. Meskipun berselimut, bagian pundak mereka yang tak tertutup menunjukan kalau mereka tak berpakaian.

Mereka saling menatap dan tersenyum. Tangan kiri kak Sinta mengelus-elus pundak kak Ratna. Sementara kuperhatikan tangan kak Ratna nampaknya mengelus-elus pinggang kak Sinta, tidak kelihatan memang tapi gerakan-gerakan dari balik selimut menunjukan hal itu.

Lama sekali mereka saling pandang dan saling tersenyum. Mungkin mereka juga saling berbicara, tapi aku tak mendengarnya karena aku tidak memasang Mini Camera dengan Mic.

Perlahan kepala kak Sinta mendekat, tangannya menghilang kedalam selimut dan menelusuri punggung kak Ratna. Aku Cemburu ! Mereka berciuman dengan penuh perasaan, perlahan saling mengulum dan melumat. fffpuih ! Ternyata benar-benar ada tugas pria yang dilakukan oleh wanita.

Untuk beberapa saat mereka berciuman dan saling meraba. Aku jadi menahan nafas. Mungkin aku juga ketularan tidak waras, rasanya ada satu gairah yang perlahan bangkit didalam tubuhku. Bahkan, aku mulai mendidih !

Sesaat kak Sinta nampak menelusuri leher kak Ratna dengan bibir dan lidahnya, aku mengusap leherku sendiri. Entah kenapa aku merasa merinding nikmat. Apalagi melihat ekpresi kak Ratna yang pasrah tengadah, sementara kak Sinta dengan lembut bolak-balik menjilat leher, dagu, pangkal telinga.

Aku tak tahan melihat kak Ratna diperlakukan seperti itu. Setelah mematikan lampu, aku kemudian beranjak ke atas spring Bad, mendekap bantal guling, sementara mataku tak lepas dari layar TV.

Situasi semakin seru, kak Ratna kini yang beraksi, ia kelihatan agak terlalu terburu-buru. Dengan penuh nafsu ia menjilati dan menciumi leher kak Sinta yang kini terlentang ditindih kak Ratna. Kepala kak Sinta mendongak-dongak, aku yakin ia tengah merasakan gelenyar-gelenyar nikmat dilehernya.

Kemudian kak Ratna berpindah menciumi dada kak Sinta, sekarang baru nampak jelas wajah kak Sinta. Ia ternyata cantik sekali, bahkan sedikit lebih cantik dari kak Ratna. Ah aku terangsang. Tonjolan dibalik kain sarung yang kukenakan makin mengeras. Agak ngilu terganjal ujung bantal guling, sehingga perlu kuluruskan. Cerita Bokep Terbaru

Kak Ratna benar-benar beraksi, ia menciumi dan melahap payudara kak Sinta. Wajah kak Sinta mengernyit, dan mulutnya terbuka, apalagi ketika kak Ratna mengemut putting susunya. Ia Menggeliat-geliat sementara kedua tangannya mendekap kepala kak Ratna. Bergantian kak Ratna mengerjai kedua payudara kak Sinta.

Kak Sinta menggeliat-geliat. Semakin liar, apalgi ketika kak Ratna menyelinap ke dalam selimut. Tiba-tiba kepala Kak Ratna muncul lagi dari balik selimut, tengadah mungkin ia tersenyum atau tengah mengatakan sesuatu, karena kulihat kak Sinta tersenyum, lalu sebuah kecupan mendarat dikening Kak Ratna.

Sesaat kemudian kak Ratna menghilang lagi ke dalam selimut. Kak Sinta tampak membetulkan posisi badannya, selimutnya juga dirapihkan, aku tak dapat melihat apa yang tengah dilakukan kak Ratna, tapi menurut perkiraanku kepala kak Ratna tepat diantara selangkangan kak Sinta.

Entah apa yang tengah dilakukannya. Namun yang terlihat, kak Sinta mendongak-dongak, kedua tanganya meremas-remas kepala kak Ratna. Kepala kak Sinta bergerak kekanan dan kekiri. Tubuhnya juga menggelinjang kesana sini.

Kondisi seperti itu berlalu cukup lama. Aku keringatan. Nafasku memburu. Tanpa sadar kubuka kaus yang kukenakan, lalu kulemparkan kain sarungku. Kemaluanku mengeras, menuntut diperlakukan sebagaimana mestinya. Ah… edan !

Tiba-tiba aku lihat kak Sinta mengejang beberapa kali. Pinggulnya mengangkat, kedua pahanya menjepit kepala kak Ratna. Mengejang lagi, sementara kepalanya mendongak kekanan dan kiri. Ia terengah-engah, lalu sesaat kemudian terdiam.

Matanya terpejam. Kemudian kak Ratna muncul dari balik selimut, ia nampak mengelap mulutnya dengan selimut. Paha kak Sinta tersingkap karenanya. Kak Sinta kemudian meraih kedua bahu kak Ratna, mendaratkan kecupan dikening, pipi kanan dan kiri kak Ratna, lalu merangkul kak Ratna ke dalam pelukannya. Beberapa saat mereka berpelukan.

Aku yang menyaksikan kejadian itu hanya dapat menahan napas, sementara tangan kananku meremas-remas dan mengurut kemaluanku sendiri. Cerita Bokep Indonesia

Dan, kemudian mereka nampak berbincang lagi, lalu kak Ratna membaringkan badanya. Terlentang. Kak Sinta menarik selimut, lalu menyingkirkannya jauh-jauh. Kak Ratna kelihatan protes, tapi protes kak Ratna dibalas dengan lumatan bibir kak Sinta.

Tubuh kak Sinta menindih tubuh kak Ratna. Aku melihat, dengan mata kepalaku sendiri. Dua wanita cantik, dua tubuh indah dengan kulit putih mulus, tanpa busana, tanpa penutup apapun. Saling menyentuh.

Kak Sinta kini yang bertindak aktif, ia kini menjilati leher, pangkal leher, bahu, dada, payudara kanan dan kiri. Kak Ratna nampak pasrah diperlakukan seperti itu. Kak Sinta nampak lebih terampil dari kak Ratna, hampir setiap inci tubuh kak Ratna dijilati dan dikecupnya.

Bahkan kini ia menelusuri pangkal paha kak Ratna dari arah perut dan terus bergerak ke awah. Kak Ratna hendak bangun, kedua tanganya seolah menahan kepala kak Ratna yang terus bergerak ke bawah, entah mungkin karena geli atau nikmat yang teramat sangat. Tapi tangan kak Sinta menahanya, akhirnya kak Ratna menyerah. Dihempaskannya tubuhnya ke atas spring bad.

Kak Sinta kini menciumi paha, lutut, bahkan telapak kaki kak Ratna. Tangan kanan kak Ratna mengusap-usap kemaluannya, sementara jari-jari tangan kirinya dimasukan kedalam mulutnya sendiri. Ia mengeliat-geliat.

Tubuh kak Sinta kemudian berubah lagi. Ia kini telah siap berada diantara paha kak Ratna. Kak Sinta menarik bantal dan meletakannya, dibawah pinggul kak Ratna, sehingga tubuh bagian bawah kak Ratna makin terangkat. Kepala kak Ratna terjepit persis diantara selangkangan kak Ratna. Sebelah tangannya meremas-remas payudara kak Ratna.

Aku lihat tubuh kak Ratna mengelinjang-gelinjang. Tak sadar aku turut merintih. Semakin kak Ratna menggelinjang, nafasku semakin memburu. Tubuhku kini mendekap dan mengesek-gesek bantal guling, dan batang kemaluanku menggesek-gesek ujungnya. Nikmat, entah apa yang kini berada didalam pikiranku. Yang pasti aku turut larut dalam situasi antara kak Ratna dan kak Sinta.

“Kak Ratnaii… kak Sinta……, ini Fahri… asssshhh..ahh kak…aku juga..!”, aku merintih dan terus merintih.

Semakin lama kak Ratna kulihat semakin liar, badannya bergerak-gerak, naik-turun searah pinggulnya.

Kedua tangannya menangkup kepala kak Sinta. Semakin lama gerakan kak Ratna semakin liar, lalu pessss, TV mendadak padam. Sialan ! lampu diluar juga padam. Gelap gulita. PLN sialan ! Brengsekkkkkk !!!

Aku terengah-engah, dalam kegelapan. Sudah kadung mendidih, aku teruskan aksiku meski tanpa sensasi visual. Aku merintih dan mendesah sendiri dalam kegelapan. Aku yakin disana kak Ratna dan kak Sinta pun tengah merintih dan mendesah, juga dalam kegelapan…….

Dor ! Dor ! Dor !

“Fahri… bangun, udah siang !“, suara ketukan atau entah gedoran pintu membangunkan aku. Rupanya sudah siang.

“Bangun…!”, suara kak Ratna kembali terdengar.

“Iya..! udah bangun…”, teriakku. Lalu terdengar langkah kaki kak Ratna menjauh dari pintu kamarku.

Ya ampun ! aku terkaget. Berantakan sekali tempat tidurku. Dan bantal guling…, bergegas aku buka sarungnya. Wah nembus !

Dengan terburu-buru kurapikan kamarku, jam menunjukan pukul 8 pagi. Kalau tidak khawatir mendengar kembali teriakan kak Ratna yang menyuruh sarapan mungkin aku memilih untuk tidur lagi. Akhirnya aku keluar kamar, mengambil handuk, dan bergegas kekamar mandi. Cerita Bokep ABG

Didekat ruang makan aku berpapasan dengan kak Ratna yang membawa nasi goreng dari dapur. Namun bukan itu yang menarik perhatianku. Rambut lepek kak Ratna yang belum kering benar jelas terlihat. Aku teringat kejadian tadi malam. “abis keramas nih yee !”, kataku dalam hati.

“Apa senyam-senyum gitu ?”, kak Ratna menatapku heran.
“Enggak …! Siapa… lagi yang senyam-senyum. Mmm enak !”, kataku sambil menyuap sesendok nasi goreng hangat.
“Mandi dulu sana, dasar jorok !”, kata kak Ratna sambil meletakan piring yang dipegangnya.
“Jorokan juga kak Ratna, gituan dijilatin hiiii….”, kataku dalam hati, tapi kemudian bergegas mandi, eh keramas juga !

Segar sehabis mandi, hampir aku balik lagi ketika menyadari dimeja makan Kak Ratna tengah sarapan ditemani kak Sinta.

“Ikutan Indonesian Idol dong ted !, jangan cuma berani nyanyi dikamar mandi aja !”, itu kalimat yang pertama kudengar dari kak Sinta. Cantik. Bener- benar cantik. Sumpah ! tapi matanya itu ! aku merasakan keliaran dimatanya ketika menatapku yang hanya terbungkus handuk sepinggang.

“Eh, maaf kirain gak ada kak Sinta, maaf yah…permisi !”, kataku sambil berlalu.

Buru-buru aku ganti baju, menyisir rambut. Ah kenapa aku ingin nampak keren. Karena ada kak Sinta yang cantik kali ya ? Pandang dari kiri dan kanan. Sip ! Turun kembali ke lantai bawah, menikmati dua wajah cantik, dan sepiring nasi goreng bertabur SoGood Sozzis.

“Nih buruan, sarapan dulu !”, kak Ratna yang kemudian menyuruhku sarapan, sementara mereka sendiri telah selesai. Aku lalu sarapan dengan diawasi oleh dua mahluk cantik yang tidak buru-buru beranjak dari meja makan. Mereka berbincang ngalor ngidul seputar dunia kerja.

Sesekali aku menimpali meskipun mungkin enggak nyambung. “Dasar kuli, hari libur gini masih aja ngurusin kerjaan !”, aku membatin.

“Tumben dihabisin ?”, kata kak Ratna melihat aku makan dengan lahap.
“Abis enak sih !”,
“Biasanya, dia tuh ! susah makannya, di masakin ini-itu…!”,
“Bohong kak ! jangan dengerin !”, kataku menimpali ucapan kak Ratna
“Alah… emang biasanya gitu kok !”, kak Ratna memotong ucapanku. Kak Sinta hanya tersenyum aja. Manis lagi senyumnya. Mmmuah ! ingin rasanya kusentuh bibirnya itu.

Seminggu berlalu, setiap hari rasanya aku menjadi tambah bejat. Pikiranku kotor terus. Terbayang kak Ratna dan kak Sinta. Namun yang lebih sering menari-nari dalam khayalanku kemudian adalah sosok kak Ratna. Mungkin karena ia yang tiap hari ketemu. Cerita Sex Sedarah

Sehingga pikiran kotorku kemudian mengacu kepadanya. Aku merasa bersalah karena kemudian khayalanku semakin kacau. Aku begitu terobsesi dengan kak Ratna.

Setiap menjelang tidur, pikiranku melayang-layang membayangkan kak Ratna. Aku ingin merasakan kehangatan tubuh mulusnya, mengecap setiap inci kulit halusnya. …ahhhhhh…..!!!

Rasanya semua hal yang berkaitan dengan kak Ratna membuatku terangsang. Melihat pakaiannya yang lagi dijemur saja aku terangsang.

Bahkan entah berapa kali ketika kak Ratna tidak ada dirumah, aku mempergunakan benda-benda pribadi kak Ratna menjadi objek fantasiku. Dan makin lama aku makin berani, hingga aku melakukan self service, di kamar kak Ratna, ketika tidak ada kak Ratna tentunya.

Seperti siang itu, sebotol Hand Body Lotion milik kak Ratna kugenggam erat. Aku terlentang diatas spring bad kak Ratna. Isi lotion telah kukeluarkan sehingga melumuri kemaluanku yang mengacung.

Kuurut perlahan, menikmati sensasi yang membuai, sambil sesekali aku menciumi celana dalam pink kak Ratna. Aku benar-benar hanyut dan terbuai dalam kenikmatan. Sehingga aku tak begitu menghiraukan ketika ada suara-suara didepan rumah. Ah… kak Ratna biasanya pulang jam 6.30, sekarang baru jam 2 siang…. Aman..Ach….shhhh…..

Aku terhanyut dan bergelenyar penuh kenikmatan hingga….

Jeckrek !!! kunci pintu depan dibuka dari luar, lalu pintu terbuka. Seseorang masuk. Ya ampun ! aku sungguh panik. Kak Ratna Pulang !!!

Dengan gemetar dan penuh ketakutan aku mengenakan celana. Ya ampun, berantakan begini, dan… Hand Body Lotion tumpah… mati gue !

Tak dapat dicegah karena pintu kamar memang tak kukunci. Blak…pintu didorong dari luar…

“Fahri…! Ngapain kamu ?”, mata kak Ratna menatapku tajam.

“ng..mmm ini lagi !”, aku tak berkutik. Baju yang kugunakan mengelap ceceran Hand Body Lotion di seprai kugenggam erat. Wangi Hand Body Lotion tercium kemana-mana. Keringat dingin membasahi tubuhku yang hanya mengenakan training.

Napasku tercekat manakala menyadari tatapan kak Ratna ke atas tempat tidur, celana dalam ka Ratna, langerie kak Ratna, bantal guling, dan celana dalamku yang tak sempat kupakai atau kusembunyikan. Shittttt….sialan!

Kak Ratna menghela nafas panjang dan berat, tatapannya sungguh menakutkan. Aku menggigil gemeteran. Kak Ratna pastinya dapat menebak kelakuanku.

“Kok cepet pulangnya kak ?”, dengan susah payah aku bersuara. Tapi kak Ratna tak memperdulikanku. Ia berlalu, langkah kakinya menjauhi kamar.

Lalu terdengar dentingan gelas, dan pintu lemari es dibuka.Bergegas aku membereskan segala yang berantakan, sekedarnya. Lalu buru-buru meninggalkan kamar kak Ratna !

“Anjing…!, brengsek “, kataku sambil meninju dinding. “Bodoh, bodoh !”, aku mengutuk diriku sendiri. Aku malu sekali. Dengan penuh ketakutan aku bergegas ganti baju. Pikiranku kacau sekali. Aku dengan mengendap keluar rumah, motorku-pun kudorong keluar halaman. Lalu aku kabur…ketempat kost temanku. Cerita Sex Janda

Tiga hari aku aku tak pulang, temanku sampai terheran-heran dengan kelakuanku. Tapi aku simpan rapat-rapat masalah yang sebenarnya. Aku hanya bilang lagi berantem sama kakaku.

Tadinya aku kebingungan juga kelamaan tidak pulang, mau pulang juga rasanya bagaimana. Namun sebuah telpon dari kak Ratna membuat semuanya lebih baik,

“Fahri kamu kemana aja ? kamu dimana ?”, terdengar suara kak Ratna di HP ku, datar. “mm ng… dirumah temen kak ?”, kataku sedikit bergetar.

“Pulang…nanti kalo mamah nanya gimana ?”, suara kak Ratna masih terdengar datar. Tapi setidaknya hal itu membuatku sedikit lega. “Iya kak !”, lalu tak terdengar lagi suara kak Ratna. Aku tertegun beberapa saat, namun kemudian aku memutuskan untuk pulang.

Tiba dirumah, tatapan kak Ratna menyambutku. Aku tak berani menatap wajahnya. “kamu kemana aja ?”, suara kak Ratna masih terdengar datar seperti ditelepon. “Mmm…dari rumah Wawan kak !”,

“Makan dulu…tuh kakak udah masak !”, terdengar suara kak Ratna dari ruang tengah. “Iya kak !”, bergegas aku ke meja makan. Melahap makanan yang tersedia dimeja makan, emang gua laperrrr !
Besoknya, suasana masih terasa amat hambar.

Kak Ratna tak mengucap sepatah katapun. Ia membuang muka ketika berpapasan dengan aku yang bermaksud ke kamar mandi. Selesai mandi, ganti baju, kembali keruang makan. Aku dan kak Ratna sarapan seperti biasanya, tapi rasanya suasana betul-betul mencekam.

Kak Ratna nampak buru-buru menyelesaikan sarapannya. Akupun bergegas menghabiskan sisa makananku.

“Kak, maafin Fahri yah !”, kataku sambil meletakan gelas yang airnya habis kuteguk.

Kak Ratna tak bersuara, tapi matanya menatapku, penuh keheranan dan tanda tanya, atau mungkin tatapan apa itu artinya. Entahlah.

Beberapa hari kemudian setelah situasi dirumah mulai terasa normal, malam itu kak Ratna diruang tengah nonton TV atau mungkin membaca majalah. Entahlah atau bisa kedua-duanya, soalnya TV dinyalakan tapi ia asyik membaca majalah sambil telungkup dipermadani.

Dagunya diganjal dengan bantal guling. Aku kemudian duduk disofa, tepat dibelakangnya. Rasanya badanku gemetar menyaksikan pandangan dihadapanku. Sittttt !!!! Pikiran gilaku melintas lagi. Pantat kak Ratna yang hanya dilapisi selembar baju tidur tipis begitu indah terlihat.

Garis celana dalam yang dikenakanya nampak menggurat. Betisnya itu, alamak. Aku tak tahan ingin mengecapnya dengan lidahku. Dan…

“Bikin minum dong, haus nih…!”, Kak Ratna membalikan badannya, dan melihat kearahku yang tengah menikmati bagian belakang tubuhnya.

“Orange, atau susu ?”, tanpa sadar aku melirik kearah dadanya.

Kak Ratna merasakan pandangan mataku, ia membetulkan leher bajunya.

“Susu deh ! tapi jangan penuh-penuh yah !”,
“Ok !”, lalu aku pergi ke ruang sebelah. Seperti kebiasaannya kalau bikin susu ia pasti hanya minta setengah gelas. “Takut gak abis”, katanya !
“Nih kak !”, kataku sambil meletakkan gelas susu disebelah kanan. Lalu aku bergerak kesebelah kiri kak Ratna. Kak Ratna segera mereguk minuman yang kusediakan untuknya itu. Aku sendiri meraih majalah yang tengah dibaca Kak Ratna. Cerita Bokep
“Ih apaan nih, sini ! orang lagi dibaca juga !”, kak Ratna berusaha meraih majalahnya kembali. Akhirnya kulepaskan. Aku mengambil remote TV. Sambil tengkurap disamping kak Ratna, aku memindah-mindah chanel.
“Kebiasaan Fahri mah, pindah-pindah terus, balikin TransTV !”, katanya sambil berusaha meraih remote. Akupun menyerah, kukembalikan channel ke TransTV.

Lalu aku memiringkan badan, sekarang aku menghadap kearah kak Ratna. Menatapnya dalam-dalam. Ah… kakak ku sayang, engkau cantik sekali. Lalu aku mutup kedua mataku rapat-rapat.

“Kak mau tanya, boleh ?”, kataku sambil tetap memejamkan mata.
“Tanya apa sih !”, ia menjawab tanpa menoleh.
“ng…mmmm kenapa Fahri akhir-akhir jadi aneh yah ?”,
“Maksudnya apa ?”,
“Tapi kak Ratna jangan marah yah !”,
“Akhir-akhir ini, Fahri sering error. Pikiranya yang begituuu.. aja. Gak siang gak malem, pusing deh !”,
“Mikirin apa sih ?”,
“Ah… kak Ratna ini. Maksud Fahri… mmm jangan marah yah. Rasanya Fahri gampang terangsang deh !”, kubuka mataku, keterkejutan nampak diwajah kak Ratna. Lalu ia menghela nafas panjang.
“Kebanyakan nonton film jelek kali. Tuh dikomputer hapus-hapusin gambar gambar jelek kayak gitu !”,
“Bisa juga sih…, kalau masturbasi bahaya enggak sih kak?”, aku kembali melontarkan pertanyaan yang mengagetkannya.
”Apaan sih gituan di tanya-tanyain ?!”, nampak kak Ratna agak gusar menimpali pertanyaanku.
“Kalau kata temen Fahri sih, mendingan masturbasi daripada main sama cewek nakal, bisa penyakitan !”,

Tak terdengar komentar. Waduh aku kehabisan kata-kata.

“Sebenarnya gara-gara kak Ratna sih !”, dan aku menunggu. Benar saja, kak Ratna bereaksi. Ia menatapku penuh tanya.
“Menurut sebuah survai, 60 % wanita lajang melakukan masturbasi, bener kan ?”, aku kembali melontarkan pukulan kata-kata.
“Kata siapa kamu ?”,
“Kata koran dannnnn… lubang kunci !”,
“Maksud Fahri apa sih…? Kakak jadi pusing !”,
“Fahri tahu rahasia kak Ratna !”,
“Rahasia apa ?”,
“Kak Ratna suka menggeliat-geliat ditempat tidur tanpa pakaian dan memeluk bantal guling !”, akhirnya. Mata Kak Ratna membeliak kaget. Tatapan matanya menyiratkan rasa marah dan malu, tapi ia berusaha menutupinya.
“Kamu ngintip ?”,
“Gak sengaja sih…!”, kubenamkan mukaku dipermadani sambil menunggu efek selanjutnya.
“Tapi tenang aja. Rahasia kak Ratna aman kok ditangan Fahri. Dan rahasia Fahri ada ditangan kak Ratna. Sama-sama aman ok ?!”, Kak Ratna tak bersuara. Benar-benar terdiam. Ia malah membolak-balikan halaman majalah.
“Meskipun ada satu rahasia lagi !”, tampak wajah kak Ratna kembali menegang. Pandanganya mengarah kepadaku, yang kini juga menatapnya.
“Kak Sinta… !”, kataku. Kak Ratna benar-benar terhenyak. Ia bangkit hingga terduduk. Aku membalikan badan, terlentang disamping kak Ratna.
“Tenang aja. Fahri gak akan membocorkannya ke siapa-siapa kok !”,
“Fahri tahu semuanya ?”, kata kak Ratna tiba-tiba. Pandangan matanya kini memelas dan penuh ketakutan. Aku menganggukan kepala.
“Jangan bilang siapa-siapa, jangan bilang mamah. Please !”, kak Ratna mengguncang bahuku.
“Tenang…pokoknya aman !”,

Kak Ratna nampak gelisah. Aku tidak tega melihatnya. Kak Ratna yang sangat baik padaku telah aku antarkan pada suatu kondisi serba salah dan menakutkan baginya. Tapi sudahlah.

Tiba-tiba terdengar dering telp, bergegas aku bangun dan mengangkat gagang telpon.

“Halloo..!”, terdengar suara perempuan diseberang sana.
“Hallo…!”, kataku
“Ini Fahri yah ?, kak Ratna ada ?”, suara itu terdengar lembut.
“ng.. ini siapa yah ?”, kataku sambil menduga-duga.
“Ini Sinta…kak Ratna-nya ada ?”,
“Ada…sebentar ya kak !”, kataku.
“Kak… ini kak Sinta !”, kataku pada kak Ratna. Kulihat tiba-tiba expresi kak Ratna menegang. Namun tak urung ia mendekatiku, dan menerima gagang telepon yang kusodorkan.

“Haloo..”,

Aku bergegas pergi, tak ingin mengganggu “sepasang kekasih” yang telepon-an. Aku naik ke lantai atas, menuju kekamarku sendiri. Kukunci pintu kamar, mematikan lampu, dengan perasaan campur aduk.

Beberapa saat kemudian kudengar langkah kaki kak Ratna di tangga menuju kearah kamarku. Lalu tiba-tiba aku mendengar ketukan dan suara kak Ratna. Aku terdiam, menunggu. “Fahri…!”, kembali terdengar ketukan. Kunyalakan lampu lalu membuka kunci pintu kamar. Cerita Sex

Tanpa kupersilahkan kak Ratna menyeruak masuk lalu duduk dipinggir tempat tidur. “Fahri…”, kak Ratna tiba-tiba memecahkan keheningan.

Aku yang hendak menyalakan rokok, menoleh.

Kulihat kak Ratna menatapku dalam-dalam. Nampaknya ada sesuatu yang ingin diucapkanya. Tak jadi menyalakan rokok. Aku menarik kursi, dan membalikanya sehingga menghadap kearah kak Ratna. Lalu aku duduk dihadapan kak Ratna. “Fahri bisa pegang rahasia kan ?”, ia menatapku sungguh-sungguh. Ada ketakutan dimatanya.

“Masalah apa ?”,
“Sinta…!”,
“Oh…!”, aku mengangguk perlahan.
“Jangan sampai Mamah tahu !’,

Aku hanya menatapnya, lalu tersenyum hambar.

“Janji ?!”, kak Ratna menatapku dalam-dalam.
“Janji !”, kataku sambl mengacungkan telunjuk dan jari tengahku.
“Fahri boleh minta apa aja, pasti kakak turutin, syaratnya satu, gak boleh bocorin rahasia !”,
“Tenang…aman !’, kataku agak bergetar.
“Fahri mau minta apa sama kaka?”, nampaknya kak Ratna mencoba bernegosiasi, he he….
“ng…gak minta apa-apa deh…mmm…”, sungguh tak terpikir untuk minta sesuatu pada kak Ratna, lagi pula aku sama sekali gak kepirkiran untuk membocorkan rahasianya. Namun tatapan liarku kearah dada ka Ratna sungguh dinterpretasikan oleh kak Ratna.
“Kakak tahu kok apa yang Fahri inginkan, sini…!”, kak Ratna menepuk spring bad, mungkin maksudnya menyuruhku duduk disampingnya. Aku ragu sesaat.
“Sini….!”, katanya mengulang.

Meskipun ragu aku kemudian beranjak, dan dengan bingung aku duduk disebelahnya. Darahku berdesir saat jemari lembut kak Ratna mengusap punggung tanganku. Lalu ia meraih telapak tanganku. Jemari tanganku digenggamnya.

“Pasti Fahri sekarang lagi error !”, tiba-tiba kak Ratna berkata datar,
“Apaan sih kak ?”, kataku agak jengah.
“Pake pura-pura lagi !”, kak Ratna mendorong tubuhku. Karena Kak Ratna mengisyaratkan agar aku terlentang maka aku segera terlentang dengan kakiku menjuntai kelantai.
“Fahri pengen ini kan ?”, jemari kak Ratna merayapi pahaku. Aku terhenyak menahan nafas. Kemudian kak Ratna tanpa ragu mulai meremas kemaluanku perlahan, ahh….., kedua lututku terangkat parlahan, lalu kuturunkan lagi.

“Kak…”, kataku lirih

“sst…kakak tahu apa yang Fahri inginkan, tenang aja…”, kak Ratna benar-benar meremas-remas kemaluanku. Geletar nikmat perlahan merayap, seiring makin mengerasnya batang kemaluanku. Kuraih bantal, kudekap hingga menutupi mukaku.

Rasa jengah dan nikmat membaur menjadi satu. “Pake malu-malu lagi !”, kak Ratna memaksaku melepaskan bantal. Akhirnya untuk aku hanya bisa menutup mata dan menikmati gelenyar kenikmatan dari setiap remasan tangan kak Ratna. “Ah…shhh..kak….!”,

Tanganku perlahan merayap kearah pinggang kak Ratna, meremasnya perlahan seiring geliat kenikmatan. Aku semakin berani karena kak Ratna tak menolak remasan tanganku dipinggangnya.
Tiba-tiba, “Udah ya…cukup segitu aja !”, tiba-tiba kak Ratna menghentikan remasan tanganya.

“Ah kakak !”, aku merintih kecewa, hampir aku melonjak bangun.
“Kenapa ?”, ia menatapku, sebuah senyum seolah menggoda aku yang tengah konak.
“Tanggung…please…!”, aku merintih dan memelas.
“Dasar….”, katanya sambil memijit hidungku.

Tanpa ragu aku melepaskan training yg kukenakan, kemaluanku yg sungguh telah mengeras, mendongak…

Nampak ada rasa jengah pada tatapan kak Ratna, aku bangkit dari tidurku, “Please…!”, lalu kuraih tangan kak Ratna agar menjamah kemaluanku. Akhirnya tak urung kak Ratna menuruti kemauanku.
Kembali kuhempaskan tubuh, lalu menunggu kak Ratna melakukan hal yg seharusnya.

Tngan lembut dan halus kak Ratna menggenggam kemaluanku, nampaknya ia agak ragu, badanku mengerjap sesaat, ketika tangan kak Ratna mulai meramas kemaluanku dengan perlahan. Kupenjamkan mata, menikmati setiap kenikmatan yang datang. Semakin lama keinginanku semakin kuat. Aku merintih, mendesah dan sesekali menggeliat. Cerita Bokep Terbaru

Remasan tangan kak Ratna memang nikmat, namun semakin lama aku menginginkan lebih, lalu aku meraih Hand Body dari sela-sela pinggir springbad, dengan gemetar kusodorkan pada kak Ratna.

“Apa ini ?”,

Meski terlihat ragu, perlahan kak Ratna meraih Hand Body Lotion, membuka tutupnya,
menumpahkannya ditangan kanannya. Lalu ia melumuri kemaluanku. Ahhh..

“Maafin Fahri ya kak !”,
“Iya anak nakal !”, katanya. Mungkin seharusnya ia tersenyum tapi aku tidak melihatnya.
“Digimanain ?”, katanya berbisik perlahan.
“Urut aja, keatas dan kebawah, pelan-pelan !”,
“Begini…!”,
“Ya…ah… shhh… kak Ratna…!”, akupun tenggelam dan terbuai dalam kenikmatan. Belaian lembut tangan Kak Ratna sungguh membuat aku terlena.

Dan tanpa kuminta kak Ratna telah cukup paham ketika sudah agak mengering dan kesat ditambahkannya lagi cairan Hand Body itu. Ia telah tahu yang kuinginkan. Caranya mengurut dan meremas sungguh sempurna. Aku kemudian hanya bisa pasrah, merintih dan mendesah.

“ssshhhh… kaka…mkasihhhh…. Mmmm shhhhh enak !”,

Aku terus merintih dan merintih. Kak Ratna benar-benar memanjakan aku. Ia mengurut dan membelai membuat aku terasa melambung-lambung. Tapi lama kelamaan ada rasa ngilu dikemaluanku. Makin lama makin ngilu.

“kenapa ? udah ?”, kak Ratna bertanya ketika tanganku menahan gerakan tanganya yang masih mengurut dan membelai. “Ngilu…!”, kataku berbisik.

Lalu aku bangkit dari tempat tidurku, sehingga kami duduk berdampingan. Kak Ratna terlihat berusaha mengelap cairan Hand Body yang berlepotan ditanganya. Trainingku menjadi korban. Tanggung sekalian kotor, akupun mengelap kemaluanku dari cairan handbody. Kami terdiam, beberapa saat.

“Tahu enggak sebenarnya Fahri suka pake bantal guling. Seperti Kak Ratna !”,
“Apa enaknya…!”, pertanyaan itu seolah terlontar begitu saja.
“Ya enak aja. Gesek-gesek. Sambil membayangkan sedang memeluk kak Ratna !”.
“Dasar !”, ia memelintir kupingku.
“kak Ratna…!”,
‘Apa..?”,
‘Tanggung nih !”,
“Tanggung apanya ?”,
“Pura-pura jadi bantal guling mau ?”,
“Apalagi nih !”,

“Fahri gak tahan nih. Tapi kak Ratna gak usah khawatir. Fahri gak merusak apapun. Kak Ratna tetap berbaju lengkap. Kak Ratna hanya berbaring aja. Nanti Fahri…!”, kak Ratna terdiam tak menjawab.

“Cuma gesek-gesek aja !”, aku kemudian menandaskan.
“Gimana ? kamu ini aneh-aneh aja ?”,
“Berbaring dulu kak Ratna-nya. Pokonya aman deh. Fahri gak bakalan merusak apapun. Janji !”, kataku sambil setengah mendorong tubuh kak Ratna.

Kak Ratna tak urung menurut. Ia beringsut keatas spring bad, lalu kubaringkan tubuhnya hingga terlentang.

Dengan bergetar kemudian aku berbaring menyamping. Lalu kakiku menyilang keatas dua kakinya. Selangkanganku kini menempel ke pahanya. Sayang masing terlindung pakaian yang dikenakannya. Tapi lumayan enak.

Lalu aku mulai menggesek-gesekan kemaluanku kepaha kak Ratna. Rasa nikmat perlahan mengalir seiring gesekan itu. Makin lama makin terasa enak. Tangan kak Ratna kupaksa agar mau melingkari pinggangku. Aku terus menggesek dan menggesek. Sesaat aku lepaskan bajuku, aku kini telanjang bulat, menelungkup tubuh kak Ratna yang masih terbungkus Langerie…

”shhhh…. Mmmm enak kak. Enak ! shhhhh ahhhh shhh !”, tanpa sadar aku menciumi bahu kak Ratna. Aku semaki berani karena kak Ratna membiarkan aku menciumi pundaknya. Makin lama tubuhku makin bergeser.

Tahu-tahu aku kini berada diantara dua paha kak Ratna. Kemaluanku menggesek-gesek persis kemaluan kak Ratna. Sungguh nikmat. Geletar-geletar birahi makin memuncak. Aku mendesis dan merintih sambil sesekali mendaratkan ciuman ke pundak kak Ratna.

Lambat laun aku menyadari, setiap aku bergerak dan menggesek, tubuh kak Ratna ikut bergerak seirama gerakan tubuhku. Bahkan beberapa kali ia membetulkan posisi pinggangku. Kemaluanku terus menggesek-gesek kemaluan kak Ratna. Dan terus bergoyang-goyang berirama. Cerita ABG Sange

“Kurang keatas…sakit tahu !”, suara ka Ratna terdengar memburu.

Aku menurut. Aku bergerak lebih keatas. Paha kak Ratna bergerak seolah memberi ruang agar tubuhku bergerak lebih leluasa.

“Pelan…pelan…”, ia mendesis,
“Enak kak?’, akhirnya kulontarkan pertanyaan itu. Kak Ratna terdiam. Namun nafasnya semakin terdengar memburu. Jemari tangannya terasa meremas-remas punggungku.

Tanpa meminta persetujuan aku berusaha meraih celana dalam kak Ratna.

“Mau apa ?”,
“Biar gak sakit lepasin aja yah ?”, ia sedikit mempertahankanya.

“Please !”, kataku. Akhirnya kak Ratna menurut. Bahkan kakinya bergerak-gerak membantuku melepaskan celana dalam itu. Aku tidak bermaksud menyetubuhi kak Ratna. Tidak benar-benar maskudku. Biar bersentuhan lebih dekat aja. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku. Kemaluanku menempel pada kemaluan wanita. Sungguh sensasinya luar biasa.

Kemaluanku mengarah kebawah, terjepit diantara paha kak Ratna. Lalu aku mulai menggesek-kesekanya. Ada sesuatu yang hangat namun basah dibawah sana. Semakin kugesekkan semakin terasa nikmat. Tiba-tiba aku mendengar kak Ratna mendesah pelan. Kepalanya mendongak.

Kuulangi gerakan dan gesekanku, kembali ia mendesah. Akhirnya kuulangi gesekan diwilayah itu. Aku senang mendengar kak Ratna mendesah-desah dan merintih. Kami ternyata berada pada posisi saling berdekapan. Wajah kami begitu dekat.

Aku merasakan semburan nafas hangat kak Ratna. Dengan lembut kudaratkan bibirku didagunya. Kemudian bergeser, perlahan. Akhirnya bibir kami bertemu. Bibir kak Ratna awalnya diam tak bereaksi ketika bibirku berusaha melumat, tapi lama kelamaan bibir itu membalas lumatan bibirku. Kami berpagutan dan saling melumat.

Semakin lama segalanya semakin liar. Aku kini bahkan sudah mengecap, menjilat bahkan setengah menggigit leher kak Ratna. Ketika jilatan lidahku menyerang pangkal leher dibawah telinganya, kak Ratna mendesah dan merintih.

Aku kini benar-benar membuat kak Ratna menjadi hilang kesadaran. Ia telah menjadi benar-benar liar. Diarahkannya kepalaku untuk menciumi dadanya. Aku maklum dengan apa yang diinginkan kak Ratna. Aku bangit dari cengraman tubuhnya. Lalu dengan gemetar kubuka Langerie yang dikenakan kak Ratna. Kemudian Bra yang dikenakannya.

Kini tubuh kak Ratna tak berbalut selembar benangpun, sebagaimana aku. Tak tahan berlama-lama aku merangkul tubuh kak Ratna. Aku menggumulinya dengan penuh nafsu. Aku jilat setiap inci tubuhnya, semakin kak Ratna merintih semakin aku mejilat dan menggigit. Putting susunya bergantian aku lahap. Aku bagai orang yang kesetanan.

Tanpa terasa aku mulai menjilati tubuh kak Ratna bagian bawah. Bahkan aku kini mulai menciumi pangkal paha dan selangkangannya. Kak Ratna merintih dan melenguh. Aku tak tahu bagaimana cara menjilat yang baik dan benar. Pokonya semakin keras rintihan kak Ratna semakin lama aku menjilat. Kupingku terasa berdenging dan pekak karena terjepit kedua paha kak Ratna.

Aku menjilat dan terus menjilat kemaluan kak Ratna. Meskipun hidungku mencium aroma yang aneh, dan lidahku mengecap rasa yang aneh pula. Aku terus menjilat. Bahkan bibirkupun mencium bagian-bagian kemaluan kak Ratna. Aku bahagia mendengar kak Ratna Merintih-rintih dan menjerit. Sampai kemudian kak Ratna menarik kepalaku.

“Sudah-sudah ! ngilu !”,
“Ngilu ?”, batinku. Bukanya enak ?

Nafas kak Ratna tersengal-sengal. Aku segera mengelap mulutku dengan baju kak Ratna, mengusir perasaan tidak nyaman dimulutku. Namun aku masih bernafsu. Ketika aku bermaksud menaiku tubuh kak Ratna.

“Tunggu sebentar. Masih ngilu !?”, katanya.

Akhirnya aku hanya dapat menciumi perut dan dada serta payudara kak Ratna. Kedua tangan kak Ratna membelai-belai rambutku.

Tubuhku perlahan mulai merayap kembali. Masuk kedalam dekapan hangat tubuh kak Ratna. Rasa nikmat itu perlahan kembali mengalir. Kemaluan kami kembali bergesekan. Dan aku mulai meracau…

“Jangan !”, kak Ratna menahan tubuhku. Aku tak tahan lagi. Aku ingin memasukannya. Aku ingin merasakan terbenam dalam lembah kenikmatan itu.

“Jangaaaaannn… please ! Fahri jangan !”, kak Ratna memohon ketika aku mencoba dan memaksa untuk kedua kalinya.

“Fahri udah gak tahan kak ! gak tahan lagi !”,
“Tapi Fahri udah janji, gak bakalan merusak.!”, kak Ratna menghiba.
“Fahri udah gak tahannnnnn….shhhh !”,
“Kak Ratna juga sama. Tapi please jangannnn shhh !”,

Kak Ratna berbisik dengan nafas memburu. Aku tak tahan lagi. Namun kemudian otak warasku hadir. Kalau dengan bantal guling saja aku bisa puas, kenapa sekarang enggak.

Aku ambil celana dalam kak Ratna, lalu kugunakan untuk menutupi kemaluan kak Ratna. “Fahri pengen keluar disini, boleh yah !”. setengah memohon aku berbisik.

Karena tak dilarang segera aku memposisikan kemaluanku. Mengarah kebawah dan terjepit paha kak Ratna. Kedua Kemaluan kami hanya dipisah selembar celana dalam.

Dan aku kemudian mulai menggesek. Mencari sensasi kenikmatan itu. Aku menggesek dan menggesek. Tak beberapa lama, gelombang kenikmatan itu datang. Cratt cratt…..

Aku terkapar diatas tubuh kak Ratna. Terdiam beberapa saat, sebelum kak Ratna mendorong tubuhku yang menindih tubuhnya.

Aku terbaring ke samping. Ingin rasanya aku memeluk kak Ratna berlama-lama. Tapi kak Ratna buru-buru bangkit. Dikenakannya Langerie-nya kembali. Lalu bergegas ia keluar dari kamarku. Celana dalamnya yang basah berlumuran ditinggalkannya !

Sejak saat itu, rahasia dirumah ini bertambah, sampai sekarang kami terus melakukanya, tidak terlalu sering memang, namun ketika aku menginginkan atau ketika kak Ratna “kepengen” (begitulah istilah kak Ratna), maka kami akan melakukannya.

Didapur, dikamar mandi, diruang tengah, bahkan diruang tamu. Satu hal yang tetap kami jaga, kami tidak benar-benar bercinta, sungguh akupun komit dengan janjiku, aku teramat menyayangi kak Ratna, aku tak ingin merusaknya, semua yang kuperoleh telah lebih cukup bagiku. Dan mudah-mudahan akan tetap saperti itu.

Susah dapat bonus dari web lain ? Coba gabung aja di QaQaPoker ! Proses depo dan withdraw cepat :) Selalu bisa bekerja sama dengan member :) Bonus gampang didapatkan :)
Tunggu apa lagi ? Gabung di QaQaPoker